Example floating
Example floating
AdvertorialDaerahPemerintahan

Kucurkan Rp14,1 Miliar, Sofyan Puhi Perkuat Pertanian Tiga Kecamatan di Kabupaten Gorontalo

×

Kucurkan Rp14,1 Miliar, Sofyan Puhi Perkuat Pertanian Tiga Kecamatan di Kabupaten Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Sofyan Puhi
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi serahkan bantuan kepada masyarakat petani di Kecamatan Tibawa pada Rabu, 4 November 2026,(foto Humas Pemkab).

Kontras.id, (Kabupaten Gorontalo) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo terus memperkuat sektor pertanian dan perkebunan melalui penyaluran bantuan sarana produksi kepada kelompok tani. Kali ini, bantuan Tahun Anggaran 2026 diserahkan untuk masyarakat petani di Kecamatan Tibawa, Pulubala, dan Limboto Barat, Rabu 04/11/2026.

Penyerahan bantuan tersebut dihadiri langsung Bupati Gorontalo, H. Sofyan Puhi, yang sekaligus memberikan sambutan kepada para penerima manfaat. Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah terhadap petani sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sofyan menyampaikan bahwa bantuan pertanian harus dimanfaatkan secara maksimal dan diberikan kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan. Dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan, memperkuat sektor perkebunan, serta mendorong peningkatan pendapatan petani.

Sepanjang 2026, Pemkab Gorontalo mengalokasikan anggaran sebesar Rp66.547.198.383 untuk berbagai program pengembangan pertanian. Dana tersebut difokuskan pada tiga kegiatan utama, yakni penyediaan benih jagung, pengembangan hilirisasi perkebunan kelapa, serta pengadaan alat dan mesin pertanian (Alsintan).

Program benih jagung mendapat alokasi Rp28,5 miliar untuk penyediaan 285 ton benih yang diperuntukkan bagi lahan seluas 19.000 hektare. Sementara itu, pengembangan hilirisasi perkebunan kelapa memperoleh anggaran Rp22,58 miliar dengan sasaran 5.000 hektare yang tersebar di 17 kecamatan.

Program hilirisasi kelapa tersebut mencakup penyediaan bibit, pupuk organik, serta biaya pengolahan tanah atau HOK. Pelaksanaannya ditargetkan selesai pada Desember 2026. Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan anggaran Rp15,46 miliar untuk pengadaan 138 unit Alsintan guna menunjang aktivitas produksi petani.

Dari keseluruhan anggaran tersebut, Kecamatan Tibawa, Pulubala, dan Limboto Barat memperoleh alokasi gabungan senilai Rp14.111.139.575. Penyaluran bantuan benih jagung di ketiga kecamatan itu dilaporkan telah mencapai 100 persen.

Di Kecamatan Tibawa, total bantuan yang dialokasikan mencapai Rp5.357.351.000. Rinciannya meliputi 38.865 kilogram benih jagung untuk lahan seluas 2.591 hektare yang disalurkan kepada 88 kelompok tani di 20 desa, dengan nilai Rp3,88 miliar.

Selain benih jagung, Tibawa juga memperoleh program hilirisasi kelapa untuk lahan seluas 128 hektare. Bantuan tersebut terdiri dari 14.080 pohon bibit, 42,24 ton pupuk organik, serta biaya HOK bagi delapan kelompok tani dengan nilai Rp578,52 juta. Dukungan lainnya berupa tujuh unit Alsintan senilai Rp892,33 juta, terdiri dari dua traktor roda empat, empat traktor roda dua, dan satu pompa air.

Sementara itu, Kecamatan Pulubala mendapatkan alokasi sebesar Rp4.986.137.575. Wilayah ini menjadi penerima bantuan benih jagung dengan cakupan lahan terluas, yakni 3.090 hektare melalui penyaluran 46.350 kilogram benih kepada 72 kelompok tani yang tersebar di 17 desa. Nilai bantuan tersebut mencapai Rp4,63 miliar.

Untuk pengembangan kelapa, Pulubala memperoleh 8.222 pohon bibit, 24,67 ton pupuk organik, serta dukungan biaya HOK bagi enam kelompok tani dengan sasaran lahan 74,75 hektare. Total nilai paket bantuan ini mencapai Rp337,84 juta. Kecamatan tersebut juga mendapatkan satu unit pompa air senilai Rp13,29 juta.

Adapun Kecamatan Limboto Barat menerima alokasi anggaran sebesar Rp3.767.651.000. Bantuan benih jagung yang disalurkan mencapai 16.785 kilogram untuk lahan seluas 1.119 hektare, dengan penerima sebanyak 32 kelompok tani di 12 desa. Nilai bantuan tersebut tercatat sebesar Rp1,67 miliar.

Pada program hilirisasi kelapa, Limboto Barat mendapatkan alokasi 14.300 pohon bibit dan 42,90 ton pupuk organik, termasuk biaya HOK untuk enam kelompok tani dengan cakupan lahan 113 hektare. Paket tersebut bernilai Rp597,56 juta. Sementara untuk mendukung kegiatan pertanian, pemerintah mengalokasikan 18 unit Alsintan senilai Rp1,49 miliar, terdiri dari tiga traktor roda empat, delapan traktor roda dua, dan tujuh pompa air.

Melalui berbagai dukungan tersebut, Sofyan berharap kelompok tani tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mampu mengoptimalkannya untuk meningkatkan hasil produksi. Pemanfaatan benih unggul, sarana pengolahan lahan, dan Alsintan diharapkan dapat mendongkrak produktivitas jagung sekaligus mempercepat peremajaan tanaman kelapa di Kabupaten Gorontalo.

Share:  
Example 120x600