Kontras.id, (Kabupaten Gorontalo) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo terus memperkuat sektor pertanian melalui penyaluran bantuan sarana produksi pertanian (Saprotan) dan alat mesin pertanian (Alsintan).
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas petani sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi turun langsung menyerahkan berbagai bantuan kepada kelompok tani di tiga kecamatan, Minggu 01/11/2026. Penyaluran dipusatkan di Kantor Kelurahan Bulota, Kecamatan Limboto, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Dungaliyo, dan BPP Bongomeme.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat petani. Kehadiran pemerintah daerah melalui penyerahan bantuan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan kelompok tani dalam mengembangkan usaha pertanian dan perkebunan.
Sofyan menegaskan, pertanian masih menjadi salah satu sektor penting yang menopang perekonomian Kabupaten Gorontalo. Karena itu, pemerintah daerah berupaya menghadirkan berbagai program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya petani.
“Bantuan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud kehadiran negara di tengah-tengah petani. Manfaatkan secara optimal, jaga dan pelihara dengan baik, agar memberikan manfaat yang berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan keluarga tani kita,” pesan Sofyan di hadapan para petani.
Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan dan Pertanian (KPP) Kabupaten Gorontalo, Viktor Asiku mengungkapkan, besarnya dukungan anggaran pemerintah untuk pengembangan sektor pertanian sepanjang Tahun Anggaran 2026.
Salah satu program unggulan yang tengah dijalankan adalah hilirisasi perkebunan kelapa dengan total anggaran mencapai Rp22.582.000.000. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat pengembangan komoditas kelapa, mulai dari penyediaan bibit hingga dukungan tenaga kerja dan pengolahan.
Dari total anggaran tersebut, pemerintah mengalokasikan Rp13.475.000.000 untuk pengembangan bibit kelapa seluas 5.000 hektare atau sekitar 550.000 pohon. Program ini menjangkau 17 kecamatan, dengan pengecualian Kecamatan Tilango dan Telaga Jaya.
Selain bibit, dukungan juga diberikan melalui pengadaan 1.650 ton pupuk organik senilai Rp2.607.000.000. Sementara anggaran sebesar Rp6.500.000.000 disiapkan untuk membiayai upah tenaga kerja dalam kegiatan pengolahan tanah dan penanaman.
Viktor menjelaskan, distribusi bantuan hilirisasi kelapa dilaksanakan dalam empat tahap. Seluruh proses penyaluran ditargetkan selesai pada awal Desember 2026.
“Penyaluran program hilirisasi kelapa ini dibagi ke dalam empat tahapan dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada awal Desember 2026 mendatang. Kami ingin memastikan komoditas kelapa di Gorontalo tidak hanya kuat di hulu, tetapi terintegrasi hingga sektor pengolahan dan pemasaran turunan produknya,” jelas Viktor.
Di Kecamatan Limboto, bantuan pengembangan kelapa tahap awal telah menjangkau lahan seluas 67,5 hektare di Desa Bulota dengan jumlah 7.425 bibit. Pemerintah juga menyalurkan 22,27 ton pupuk organik kepada Kelompok Tani Permata II dan Polahuwa.
Dukungan untuk komoditas jagung di wilayah tersebut mencakup bantuan benih sebanyak 2.400 kilogram untuk lahan seluas 160 hektare. Program ini menyasar lima kelompok tani dengan total 124 penerima manfaat. Sementara bantuan alsintan terdiri dari satu traktor roda empat dan tiga traktor roda dua yang disalurkan kepada sejumlah kelompok tani.
Sementara di Kecamatan Dungaliyo, pengembangan perkebunan kelapa tahap pertama mencakup 94 hektare dengan 10.340 bibit. Bantuan tersebut diberikan kepada Kelompok Tani Obata di Ayuhula, Heluma di Ambara, serta Purnama Indah di Momala, disertai 31,02 ton pupuk organik dan biaya tenaga kerja sebesar Rp122.200.000.
Untuk tahap berikutnya, pemerintah telah menyiapkan 13.695 bibit kelapa yang diperuntukkan bagi lahan seluas 124,5 hektare. Bibit tersebut saat ini ditempatkan di tempat pembibitan atau nursery sambil menunggu kondisi musim hujan yang sesuai. Selain itu, bantuan 2.925 kilogram benih jagung diberikan kepada 219 petani yang tergabung dalam 10 kelompok tani. Kecamatan ini juga memperoleh dukungan empat unit traktor roda empat.
Adapun di Kecamatan Bongomeme, realisasi awal bantuan bibit kelapa mencapai 3.850 pohon untuk lahan seluas 35 hektare. Penyaluran dilakukan di Desa Otopade, Molanihu, Kayumerah, dan Molopatodu, disertai 11,55 ton pupuk organik serta anggaran tenaga kerja sebesar Rp45.000.000.
Tidak hanya perkebunan kelapa, pengembangan tanaman jagung di Bongomeme juga mendapat dukungan cukup besar. Bantuan benih sebanyak 14.805 kilogram dialokasikan untuk lahan seluas 987 hektare yang melibatkan 34 kelompok tani dengan total 769 petani. Satu unit traktor roda empat turut diserahkan kepada Kelompok Tani Mootilango di Desa Bongohulawa.
Pemkab Gorontalo menegaskan akan terus melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap kelompok tani penerima bantuan. Langkah tersebut diperlukan agar distribusi bantuan benar-benar tepat sasaran, dimanfaatkan secara maksimal, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan hasil pertanian dan kesejahteraan petani.














