Example floating
Example floating
DaerahHeadlineHukum

Enam Ekskavator Diduga Mulai Garap Cagar Alam Panua di Desa Balayo, Aparat Kemana?

×

Enam Ekskavator Diduga Mulai Garap Cagar Alam Panua di Desa Balayo, Aparat Kemana?

Sebarkan artikel ini
CA Panua Pohuwato
Alat berat jenis ekskavator sedang melakukan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Gunung Polutube, wilayah Cagar Alam (CA) Panua di Desa Balayo, Kecamatan Patilanggio, Kabupaten Pohuwato beberapa bulan lalu,(foto Istimewa).

Kontras.id, (Gorontalo) – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) menggunakan alat berat jenis ekskavator di Desa Balayo, Kecamatan Patilanggio, Kabupaten Pohuwato, diduga telah merambah kawasan Gunung Polutube yang secara hukum masuk dalam wilayah Cagar Alam (CA) Panua.

Informasi yang dihimpun Kontras.id menyebutkan, sedikitnya enam unit ekskavator saat ini diduga beroperasi di dalam kawasan yang berstatus cagar alam tersebut. Aktivitas itu disebut telah berlangsung cukup lama, namun hingga kini belum tersentuh penindakan aparat penegak hukum.

“Sudah lama mereka (para pelaku usaha PETI) beraktivitas di wilayah itu,” ungkap sumber kepada Kontras.id, Minggu (7/6/2026).

Menurut sumber, para pelaku usaha PETI yang beraktivitas di kawasan tersebut mayoritas berasal dari luar Desa Balayo. Sementara keterlibatan warga setempat disebut hanya sebagian kecil.

“Kebanyakan mereka berasal dari luar Balayo. Warga Balayo hanya satu atau dua orang saya pak,” ujar sumber.

Ia menjelaskan, aktivitas pertambangan di kawasan itu awalnya hanya menggunakan dua unit alat berat. Namun jumlahnya kini diduga bertambah menjadi enam unit ekskavator.

“Awalnya itu hanya dua alat milik, tapi sekarang sudah enam alat. Sebagian itu milik ka US dan ka ZI. Yang lain kami tidak tahu namanya,” kata Sumber.

Baca Juga:
Polres Pohuwato Klaim Sukses Penindakan, Puluhan Ekskavator Tetap ‘Menari’ Bebas di PETI Butato Hulawa

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Balayo, Nanang Pulumuduyo, mengaku belum memperoleh informasi terkait dugaan aktivitas alat berat di kawasan Cagar Alam Panua tersebut.

“Saya belum tahu pak, nanti saya cek,” ujar Nanang melalui sambungan telepon WhatsApp.

Nanang mengatakan dirinya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut sebelum melakukan pengecekan langsung di lapangan.

“Saya takut membenarkan jangan sampai di lapangan tidak ada, nantinya saya yang akan disalahkan. Oleh sebab itu, saya cari tahu dulu informasi kebenarannya,” tandas Nanang.

Berdasarkan data Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), kawasan Cagar Alam Panua memiliki cakupan wilayah yang luas dan membentang di enam kecamatan di Kabupaten Pohuwato, termasuk wilayah Desa Balayo, Kecamatan Patilanggio.

Data dari Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Gorontalo BKSDA juga mencatat bahwa Polutube merupakan salah satu kawasan strategis di dalam Cagar Alam Panua, selain Gunung Langge dan Sungai Batudulanga. Kawasan tersebut memiliki status perlindungan tertinggi sebagai zona pelestarian alam yang wajib dijaga dari segala bentuk aktivitas perusakan.

Baca Juga:
Ekskavator Bebas Menari di PETI, Kinerja Kapolda Gorontalo Dipertanyakan

Selain memiliki nilai konservasi yang tinggi, kawasan Polutube juga berperan penting sebagai penyangga ekosistem dan sumber daya lingkungan bagi masyarakat yang bermukim di wilayah sekitarnya.

Karena berada dalam kawasan Cagar Alam Panua yang dilindungi negara, setiap bentuk pembukaan lahan maupun aktivitas eksploitasi sumber daya alam di wilayah Polutube, termasuk kegiatan pertambangan, dilarang oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Share:  
Example 120x600