Kontras.id, (Boltara) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Utara (Boltara) terus menggenjot sektor pertanian sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Kali ini, dukungan diberikan melalui penyaluran bantuan benih jagung yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Bantuan tersebut diserahkan langsung Bupati Boltara, Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev., kepada perwakilan kelompok tani dalam kegiatan Pertemuan Kelompok Tani yang berlangsung di Kantor Camat Kaidipang, Senin 31/08/2026.
Di hadapan para petani, Sirajudin mengingatkan bahwa bantuan pemerintah tidak boleh berhenti sebatas diterima. Benih yang diberikan harus benar-benar dimanfaatkan untuk mendorong peningkatan produksi dan memberikan manfaat ekonomi bagi kelompok tani.
Tak hanya soal pemanfaatan, Sirajudin juga menekankan pentingnya proses penyaluran yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Ketepatan penerima, waktu penyaluran, hingga penggunaan bantuan dinilai menjadi faktor penting agar program pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan petani.
“Pemerintah hadir untuk mendampingi petani. Benih ini harus ditanam, dirawat dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya agar memberikan hasil bagi petani,” ujar Sirajudin.
Ia berharap bantuan benih tersebut dapat menjadi pemicu bagi kelompok tani untuk meningkatkan produktivitas jagung sekaligus memperkuat pendapatan masyarakat yang selama ini menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.
Menurut Sirajudin, peningkatan produksi jagung tidak hanya berkaitan dengan kesejahteraan petani. Komoditas tersebut juga memiliki posisi strategis dalam mendukung ketahanan pangan, baik untuk kebutuhan daerah maupun agenda pangan nasional.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Boltara mendorong kelompok tani agar memanfaatkan bantuan secara maksimal. Pemanfaatan tersebut diharapkan tetap berjalan beriringan dengan pendampingan dan pembinaan dari para penyuluh pertanian.
Kegiatan Pertemuan Kelompok Tani itu turut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Hi. Abdul Mutoh Daeng Mulisa, Camat Kaidipang, Sekretaris Dinas Pertanian, penyuluh BPP Kecamatan Kaidipang, perwakilan penyuluh, serta kelompok tani.














