Kontras.id, (Gorontalo) – Pernyataan resmi Polda Gorontalo yang menyebut AKBP Firman Taufik tidak terbukti terlibat dalam aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) justru memantik gelombang komentar tajam dari warganet.
Alih-alih meredam polemik, klarifikasi tersebut malah memunculkan sindiran yang menyoroti tingkat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Kepastian itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol. M. Sagala, yang menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan internal tidak menemukan bukti keterlibatan AKBP Firman dalam perkara PETI yang sebelumnya ramai diperbincangkan.
Namun, ruang komentar media sosial justru dipenuhi beragam respons bernada satire. Salah satunya datang dari akun Facebook Haris Usman Null yang menyindir dengan kalimat yang langsung menyita perhatian publik.
“Yang percaya pa dorang cuma orang ada tidur, sebab hanya polisi tidur yang bisa dipercaya,” kata Haris seperti dilansir dari halaman Facebook Kontras.id, Rabu 22/07/2026.
Nada serupa disampaikan akun Facebook Udin Rifai. Menurutnya, satu-satunya “polisi” yang masih dipercaya adalah polisi tidur.
“Soalnya polisi tidur so tidak ba nafas, makanya masih bisa dipercaya,” kata Udin.
Sindiran tersebut mengingatkan publik pada guyonan Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang pernah mengatakan bahwa di Indonesia hanya ada tiga polisi yang jujur, yakni polisi tidur, patung polisi, dan Jenderal Hoegeng Iman Santoso.
Lelucon yang telah lama melegenda itu hingga kini masih kerap digunakan sebagai kritik sosial terhadap penegakan hukum dan integritas aparat.
Komentar pedas juga datang dari akun Facebook Fahri Tobio yang menilai klarifikasi tersebut justru semakin memperkuat keraguan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
“Ngaku aja pak, institusi anda tidak ada yang percaya, malah nambah jelek lagi,” ujar Fahri.
Selain itu, sejumlah komentar lain juga bermunculan dengan nada yang tidak kalah tajam.
“Ladusing saling melindungi,” sindir akun Deni Deni Deni.
“Polisi indonesia raja dan ratu sandiwara,” kata akun Asman.
“Mana ada maling mo mangaku,” ujar akun Doank Q-Fly.
Baca Juga:
Terseret Isu PETI, Polda Gorontalo Nyatakan AKBP FirmanTak Terlibat Sama Sekali
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol. M. Sagala memastikan informasi yang sempat beredar luas mengenai dugaan keterlibatan AKBP Firman Taufik dalam aktivitas PETI tidak terbukti berdasarkan hasil pemeriksaan internal.
Berdasarkan hasil konfirmasi kepada Divisi Propam, tidak ditemukan fakta yang membuktikan keterlibatan yang bersangkutan.
“Hasil konfirmasi kami kepada Propam menyatakan tidak terbukti bahwa yang bersangkutan (AKBP Firman) terlibat dalam perkara tambang sebagaimana informasi yang berkembang,” kata Sagala kepada wartawan pada Senin, 20 Juli 2026.
Sagala menegaskan bahwa hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya keterlibatan AKBP Firman dalam perkara tersebut.
“Iya, tidak terbukti,” ujar Sagala.
Ia juga membantah berbagai informasi yang menghubungkan AKBP Firman dengan praktik pertambangan ilegal. Menurutnya, proses hukum dalam perkara itu justru telah mengarah kepada pihak lain.
“Tidak ada. Itu hanya cerita. Justru Marten Basaur yang menjadi tersangka sekarang,” kata Sagala.














