Kontras.id, (Opini) – Di hari yang bersejarah ini, 19 tahun sejak Kabupaten Bolaang Mongondow Utara berdiri, kami ingin menyampaikan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh anggota *Presidium Pemekaran Kabupaten Bolaang Mongondow Utara*.
Terima kasih atas perjuangan, pengorbanan, dan kerja keras Bapak/Ibu dalam memperjuangkan pemekaran wilayah ini. Berkat visi dan kegigihan presidium, masyarakat Bolmut kini memiliki rumah sendiri untuk tumbuh, berkembang, dan menentukan arah pembangunannya.
Perjalanan 19 tahun ini adalah bukti bahwa cita-cita yang diperjuangkan dengan sungguh-sungguh akan membuahkan hasil. Semoga semangat para pendiri Bolmut terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk menjaga persatuan, memajukan daerah, dan mensejahterakan masyarakat.
Baik, ini versi pidato yang lebih menggugah hati untuk HUT ke-19 Kabupaten Bolaang Mongondow Utara:
19 tahun yang lalu, Bolmut bukan sekadar nama di atas kertas. Ia adalah jeritan harapan, ia adalah keringat dan air mata para pejuang yang tidak mau melihat tanah kelahiran mereka tertinggal.
Terima kasih karena kalian tidak menyerah ketika jalan terasa terjal.
Terima kasih karena kalian rela berkorban waktu, tenaga, bahkan harta, demi satu tujuan: agar anak cucu Bolmut bisa mengurus daerahnya sendiri.
Bayangkan, jika tidak ada kegigihan kalian, mungkin hari ini kami masih harus menempuh perjalanan berjam-jam hanya untuk mengurus surat yang sederhana. Mungkin hari ini pembangunan masih menumpuk di pusat, sementara desa-desa kami menunggu.
Tapi karena kalian berjuang, Bolmut lahir. Lahir sebagai rumah bagi kami. Lahir sebagai ruang untuk tumbuh, untuk bermimpi, untuk membangun masa depan dengan tangan kami sendiri.
19 tahun sudah berlalu. Mungkin belum semua cita-cita terwujud. Masih ada jalan yang berlubang, masih ada anak-anak yang butuh sekolah lebih baik, masih ada warga yang butuh pekerjaan. Tapi satu hal yang pasti: fondasi yang kalian letakkan sudah kuat.
Kini tugas itu berpindah ke tangan kami, generasi penerus. Tugas kami adalah menjaga api perjuangan itu tetap menyala. Menjaga Bolmut tetap bersatu, menjaga Bolmut tetap maju, menjaga agar pengorbanan kalian tidak sia-sia.
Maka di hari ulang tahun ke-19 ini, izinkan kami bersujud dan berkata:
Nama kalian mungkin tidak semua tertulis di buku sejarah. Tapi nama kalian hidup di setiap detak jantung masyarakat Bolmut. Hidup di setiap tawa anak-anak yang kini bisa sekolah di tanah sendiri. Hidup di setiap harapan yang kini bisa tumbuh di tanah Bolmut.
Dirgahayu ke-19 Kabupaten Bolaang Mongondow Utara!
Mari kita lanjutkan perjuangan. Mari kita jaga Bolmut. Mari kita buktikan bahwa Bolmut layak, Bolmut mampu, Bolmut bisa lebih hebat lagi!(*).














