Kontras.id (Gorontalo) – Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Idrus Mohammad Thomas Mopili, mengingatkan bahwa gelar adat Gorontalo Pulanga bukan sekadar bentuk penghormatan, melainkan juga amanah dan tanggung jawab moral yang harus dijaga oleh penerimanya. Pesan itu disampaikannya saat menghadiri penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, H. Sofyan Puhi, di Rumah Dinas Bupati Gorontalo, Sabtu (17/10/2026).
Dalam prosesi adat tersebut, Sofyan Puhi dianugerahi gelar adat “Tauwa Lo Ahuwa” sebagai bentuk penghormatan dalam tradisi adat Gorontalo.
Thomas, sapaan akrab Idrus Mohammad Thomas Mopili, menyampaikan bahwa penganugerahan Pulanga merupakan tradisi yang memiliki makna mendalam dan telah dirancang oleh para tokoh adat terdahulu.
Menurutnya, pemberian gelar adat Pulanga memiliki dua tujuan utama. Pertama, sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan kepada seseorang atas karya, pengabdian, serta kontribusinya. Kedua, menjadi pengingat agar penerima gelar senantiasa menjaga sikap, tanggung jawab, dan amanah yang melekat pada dirinya.
“Acara Pulanga ini adalah sesuatu yang telah dipikirkan dan dirancang oleh para tokoh-tokoh sebelum kita lahir. Pertama, sebagai penghargaan atau penghormatan kepada seseorang atas karya-karyanya. Kedua, untuk membentengi agar beliau tetap terjaga setelah menerima Pulanga,” ungkap Thomas.
Ia menegaskan, gelar adat tersebut juga mengandung pesan moral agar setiap keputusan dan kebijakan yang diambil oleh penerimanya tetap berpedoman pada nilai-nilai adat yang diwariskan para leluhur Gorontalo.
“Jadi, kita bangun jiwanya dengan pemberian Pulanga ini agar setiap kali beliau mengambil suatu keputusan atau kebijakan, semuanya harus berpatokan dan berpedoman pada Pulanga hari ini,” tegasnya.
Thomas menambahkan, gelar adat Pulanga tidak boleh dimaknai sebatas penghormatan atau dijadikan alasan untuk bertindak sesuka hati. Sebaliknya, gelar tersebut harus menjadi pengingat akan tanggung jawab moral, keteladanan, serta komitmen dalam menjalankan amanah dengan baik.
Ia juga menilai masyarakat perlu memahami bahwa Pulanga merupakan pesan adat yang mengandung nilai-nilai luhur dan menjadi pedoman bagi penerimanya dalam menjalankan tugas serta pengabdian kepada masyarakat.
“Pulanga ini adalah sebuah pesan adat yang sungguh sangat luar biasa. Semoga masyarakat memahami betul arti dari pemberian penghargaan Pulanga ini,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Thomas menyatakan dukungannya terhadap penganugerahan gelar adat kepada Bupati Gorontalo. Ia berharap nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Pulanga dapat terus dijaga dan diterapkan, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Penganugerahan gelar adat Pulanga diharapkan tidak hanya menjadi momentum penghormatan kepada Bupati Gorontalo, tetapi juga memperkuat pelestarian adat dan budaya Gorontalo sebagai warisan leluhur yang sarat dengan nilai penghormatan, tanggung jawab, dan amanah.
Dengan demikian, gelar adat yang diberikan bukan hanya menjadi kebanggaan bagi penerimanya, melainkan juga pengingat untuk senantiasa menjaga nilai-nilai adat dalam setiap langkah pengabdian kepada masyarakat dan daerah.














