Example floating
Example floating
DaerahHeadlineKesehatanPemerintahan

Pejabat Bungkam Soal Gaji Nakes, BADKO HMI Bilang Gorontalo Utara Sedang Tidak Baik-Baik Saja

×

Pejabat Bungkam Soal Gaji Nakes, BADKO HMI Bilang Gorontalo Utara Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Sebarkan artikel ini
Faisal Hamsah
Bendahara Umum (Bendum) Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sulawesi Utara-Gorontalo (BADKO HMI Sulut-Go), Faisal Hamsah,(foto Istimewa).

Kontras.id, (Gorontalo Utara) – Persoalan belum dibayarnya gaji tenaga kesehatan (Nakes) non-Aparatur Sipil Negara (ASN) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Zainal Umar Sidiki (ZUS) Gorontalo Utara sejak Mei 2026 mulai mendapat sorotan serius dari Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sulawesi Utara-Gorontalo (BADKO HMI Sulut-Go).

Sorotan itu muncul di tengah minimnya respons dari sejumlah pejabat daerah yang dinilai belum memberikan penjelasan terbuka terkait nasib para Nakes yang tetap menjalankan tugas pelayanan kesehatan, meski hak mereka belum diterima selama berbulan-bulan.

Bendahara Umum BADKO HMI Sulut-Go, Faisal Hamsah, menilai kondisi tersebut patut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menurutnya, persoalan pembayaran hak Nakes tidak semestinya dibiarkan berlarut tanpa kejelasan.

“Gorontalo Utara sedang tidak baik-baik saja. Ketika tenaga kesehatan sudah bekerja memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi hak mereka belum dibayarkan sejak Mei, tentu ini harus menjadi perhatian serius pemerintah,” kata Faisal kepada Kontras.id, Rabu 12/08/2026.

Faisal menyayangkan jika persoalan tersebut justru seperti berjalan dalam ruang sunyi. Pasalnya, Nakes merupakan salah satu kelompok yang berada di garis depan pelayanan publik, sehingga keterlambatan hak mereka berpotensi memengaruhi kondisi kerja dan semangat pelayanan.

“Jangan sampai yang bekerja melayani masyarakat justru diminta terus bersabar, sementara para pengambil kebijakan memilih diam. Ini bukan sekadar persoalan angka di rekening, tetapi menyangkut penghargaan terhadap orang yang setiap hari menjalankan tugas pelayanan,” ujar Faisal.

Ia juga menilai sikap diam para pejabat daerah dapat menimbulkan kesan bahwa persoalan tersebut bukan prioritas. Menurut Faisal, masyarakat berhak mengetahui apa yang menjadi kendala pembayaran, dari mana sumber anggarannya, serta kapan hak para Nakes akan diselesaikan.

“Kalau memang ada kendala anggaran atau persoalan administrasi, sampaikan secara terbuka. Jangan biarkan Nakes dan masyarakat menebak-nebak. Pemerintah harus hadir memberikan kepastian, bukan sekadar membuat suasana seolah semuanya baik-baik saja,” tegas Faisal.

Baca Juga:
Gaji Nakes RSUD ZUS Terabaikan, Pejabat Gorontalo Utara Kompak Bungkam

Faisal berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo Utara segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Ia menilai keterbukaan informasi penting agar tidak muncul spekulasi dan keresahan yang semakin melebar di tengah masyarakat.

“Pemerintah daerah harus segera duduk bersama mencari solusi. Jangan sampai pelayanan kesehatan berjalan seperti biasa, tetapi orang-orang yang menjalankannya justru harus menunggu haknya sendiri. Kalau kondisi seperti ini terus dibiarkan, wajar jika publik bertanya, sebenarnya siapa yang sedang tidak baik-baik saja?” tandas Faisal.

Sebelumnya, Kontras.id telah berupaya meminta tanggapan Bupati, Ketua DPRD, Sekertaris Daerah (Sekda) Gorontalo Utara hingga Direktur RSUD ZUS melalui pesan WhatsApp. Namun hingga saat ini, pesan tersebut belum mendapat respons.

Share:  
Example 120x600