Kontras.id, (Gorontalo) – Persoalan gaji tenaga kesehatan (Nakes) non-Aparatur Sipil Negara (ASN) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Zainal Umar Sidiki (ZUS) Gorontalo Utara memasuki babak yang semakin memprihatinkan.
Hingga kini, para Nakes disebut belum menerima gaji sejak Mei 2026. Artinya, hak mereka telah tertunda selama empat bulan, sementara aktivitas pelayanan kesehatan di rumah sakit tetap berjalan seperti biasa.
Ironisnya, ketika persoalan tersebut menyentuh hak para tenaga kesehatan, respons dari sejumlah pejabat di Gorontalo Utara justru terkesan sunyi. Bupati, Ketua DPRD, Direktur RSUD ZUS hingga Sekretaris Daerah (Sekda) Gorontalo Utara Suleman Lakoro belum memberikan penjelasan terkait kondisi tersebut.
Kontras.id telah berupaya meminta tanggapan Suleman melalui pesan WhatsApp sejak Selasa, 11 Agustus 2026. Namun, hingga berita ditulis, Rabu 12/08/2026, pesan awak media ini belum mendapatkan respons.
Baca Juga:
Bupati dan Ketua DPRD Bungkam Soal Gaji Nakes RSUD ZUS, Kenapa?
Sebelumnya, Kontras.id telah berupaya meminta tanggapan Bupati Gorontalo Utara Thoriq Modanggu melalui pesan WhatsApp sejak Minggu, 9 Agustus 2026. Namun hingga saat ini, pesan tersebut belum mendapat respons.
Padahal, Thoriq sempat menyampaikan janji kepada awak media untuk memberikan penjelasan mengenai keterlambatan pembayaran gaji para Nakes.
“Walaikum salam, insya Allah sebentar sesudah Jumat saya kasih info/penjelasan yaa,” kata Thoriq pada Jumat, 31 Juli 2026.
Baca Juga:
Tiga Bulan Gaji Nakes RSUD ZUS Belum Dibayar, Bupati Thoriq Janji Beri Penjelasan
Bukan hanya Bupati yang belum memberikan keterangan terbaru. Ketua DPRD Gorontalo Utara, Dedy Dunggio juga sebelumnya menyatakan akan memberikan penjelasan setelah melakukan pertemuan dengan Direktur RSUD ZUS.
Kondisi serupa juga terjadi ketika Kontras.id mencoba menghubungi Direktur RSUD ZUS, dr. Mohammad Ardiansyah. Nomor awak media ini juga terpantau telah diblokir oleh yang bersangkutan, sehingga konfirmasi mengenai persoalan gaji Nakes belum dapat diperoleh.
Di tengah minimnya penjelasan dari pihak terkait, persoalan yang dihadapi para Nakes terus bergulir. Berdasarkan informasi yang diperoleh, pembayaran gaji Nakes non-ASN RSUD ZUS hingga kini belum menemukan kepastian.
Situasi menjadi semakin serius karena, di tengah belum diterimanya gaji, sejumlah Nakes disebut mendapat tawaran dari pihak rumah sakit untuk mengundurkan diri.
Kondisi tersebut tentu memunculkan pertanyaan besar. Bagaimana nasib tenaga kesehatan yang selama ini menjadi salah satu ujung tombak pelayanan kepada masyarakat ketika hak atas penghasilan mereka belum juga mendapatkan kepastian?











