Kontras.id, (Gorontalo) – Polemik rencana pengadaan MacBook untuk 45 anggota DPRD Provinsi Gorontalo kembali mencuat. Setelah sebelumnya menuai sorotan publik lantaran dinilai tidak masuk dalam perencanaan awal, pengadaan dengan nilai anggaran mencapai Rp1.192.500.000 kini diduga kembali muncul melalui skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun 2026.
Informasi yang diperoleh Kontras.id menyebutkan, rencana pengadaan tersebut telah memperoleh persetujuan Gubernur Gorontalo untuk dimasukkan ke dalam Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD). Langkah itu disebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum pengadaan dapat diproses lebih lanjut.
Berdasarkan informasi yang diterima, alokasi anggaran pengadaan MacBook juga telah tercantum dalam dokumen APBD-P 2026. Saat ini, dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) untuk APBD-P 2026 masih dalam proses pembahasan oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Gorontalo.
Munculnya kembali rencana pengadaan tersebut memantik perhatian karena sebelumnya telah menjadi perbincangan publik. Sejumlah anggota DPRD bahkan sempat mempertanyakan usulan tersebut lantaran disebut tidak melalui mekanisme perencanaan awal sebagaimana lazimnya proses penganggaran.
Saat dikonfirmasi Kontras.id, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Kristina Mohamad Udoki, membenarkan bahwa pengadaan MacBook tersebut memang telah masuk dalam RKBMD.
“Informasinya seperti itu,” kata Kristina, Rabu 05/08/2026.
Meski demikian, Kristina mengungkapkan bahwa Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo telah mengambil sikap dengan memberikan rekomendasi kepada Banggar agar pengadaan tersebut tidak dilanjutkan.
“Komisi 1 merekomendasikan ke banggar untuk tidak diadakan. Belum dapat info dari banggar seperti apa. Cuma sepertinya memang tidak jadi,” tandas Femmy Udoki sapaan akrab Kristina Mohamad Udoki.
Baca Juga:
Thomas dan Sun Beda Pengakuan Soal Sopir DPRD Dibiayai APBD, Siapa Berkata Jujur?
Pernyataan tersebut mengindikasikan masih adanya dinamika dalam pembahasan APBD Perubahan. Hingga kini, keputusan akhir terkait apakah anggaran pengadaan MacBook akan tetap dipertahankan atau dicoret masih menunggu hasil pembahasan Banggar DPRD Provinsi Gorontalo.
Di tengah proses tersebut, perhatian publik diperkirakan akan tetap tertuju pada pembahasan anggaran tersebut. Pasalnya, usulan pengadaan barang bernilai lebih dari Rp1 miliar itu sebelumnya telah menjadi salah satu isu yang mendapat sorotan luas.
Baca Juga:
Netizen Nilai Sun Biki Lebih Jujur Soal Gaji Sopir DPRD Gorontalo dari APBD
Untuk memperoleh kejelasan, Kontras.id telah berupaya menghubungi Sekretaris DPRD Provinsi Gorontalo, Rifli M. Katili, guna mengonfirmasi perkembangan dan status pengadaan MacBook dimaksud.
Namun hingga berita ini ditulis, Rifli Katili belum memberikan tanggapan maupun jawaban atas upaya konfirmasi yang telah disampaikan awak media ini.














