Kontras.id, (Boltara) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Utara (Boltara) memanfaatkan peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 dan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 sebagai momentum meluncurkan berbagai program strategis yang berorientasi pada peningkatan pelayanan publik, penguatan ketahanan keluarga, serta percepatan transformasi digital di lingkungan pemerintahan.
Peluncuran program tersebut dipimpin langsung Bupati Boltara, Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev., dalam upacara yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati, Rabu 22/07/2026. Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Bupati Moh. Aditya Pontoh, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, para camat, serta berbagai pemangku kepentingan.
Mengusung semangat membangun keluarga tangguh dan mencetak generasi berkualitas, peringatan HARGANAS dan HAN tahun ini menjadi ajang mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Boltara dalam menghadirkan pelayanan yang semakin efektif, inklusif, dan berpihak kepada masyarakat.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkab Boltara, Pengadilan Agama, dan Kementerian Agama terkait pelaksanaan Sidang Isbat Nikah Terpadu. Program ini diharapkan mampu memberikan kepastian hukum bagi pasangan suami istri yang belum memiliki dokumen pernikahan resmi sekaligus mendukung tertib administrasi kependudukan.
Pada kesempatan yang sama, Dinas Kesehatan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga menandatangani PKS peluncuran inovasi RESEPZI (Remaja Sehat Peduli Gizi). Inovasi tersebut difokuskan untuk meningkatkan status gizi remaja sebagai langkah preventif menekan angka stunting sekaligus mempersiapkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.
Pemerintah daerah juga memberikan penghargaan kepada keluarga teladan dan kader terbaik dalam rangka HARGANAS. Selain itu, bantuan Orang Tua Asuh turut disalurkan kepada anak-anak yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak.
Dalam amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia yang dibacakan Bupati Sirajudin Lasena, ditegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter, melindungi hak anak, serta menciptakan generasi yang unggul dan berdaya saing.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan peluncuran dua aplikasi digital pemerintahan, yakni SIDAK ASN (Sistem Informasi Disiplin Kehadiran ASN) dan SIMPEGDA (Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian Daerah). Kedua aplikasi tersebut dikembangkan melalui kolaborasi BKPSDM bersama Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian.
Kehadiran SIDAK ASN dan SIMPEGDA diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan kepegawaian, memperkuat pengawasan disiplin aparatur sipil negara, serta menghadirkan tata kelola birokrasi yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.
“Transformasi digital di pemerintahan adalah keharusan. Dengan SIDAK ASN dan SIMPEGDA, kita ingin pelayanan kepegawaian lebih cepat, data lebih valid, dan pengawasan lebih mudah. Ini bagian dari komitmen kita mewujudkan birokrasi yang modern,” tegas Bupati Sirajudin Lasena.
Melalui peluncuran berbagai inovasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Boltara kembali menegaskan komitmennya dalam membangun pemerintahan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memperkuat kualitas keluarga dan perlindungan anak sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah.














