Example floating
Example floating
AdvertorialDaerah

Fadli Rahim, Penggerak Muda di Balik Meriahnya Gerakan Bintauna Sehat

×

Fadli Rahim, Penggerak Muda di Balik Meriahnya Gerakan Bintauna Sehat

Sebarkan artikel ini
Fadli Rahim
Ketua Panitia Gerakan Bintauna Sehat, Fadli Rahim,(foto Istimewa).

Kontras.id, (Boltara) – Ribuan warga memadati Lapangan Inomasa, Kecamatan Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) pada Minggu 9 Agustus 2026. Jalan sehat, senam zumba, layanan kesehatan hingga berbagai kegiatan sosial menyatu dalam Gerakan Bintauna Sehat yang berlangsung meriah dan penuh kebersamaan.

Namun, di balik ramainya kegiatan tersebut, ada kerja panjang generasi muda yang berlangsung jauh sebelum masyarakat memenuhi lapangan. Salah satu sosok yang berada di garis depan persiapan itu adalah Fadli Rahim, Ketua Panitia Gerakan Bintauna Sehat.

Gerakan yang diprakarsai Milenial Bintauna itu tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Kegiatan tersebut dikemas sebagai ruang pertemuan antara pemerintah, masyarakat, tenaga kesehatan, pemuda, pelajar dan berbagai elemen lainnya untuk bergerak bersama.

Kesuksesan kegiatan itu juga tidak lahir secara instan. Berbagai persiapan, koordinasi dan komunikasi dilakukan panitia untuk memastikan setiap bagian kegiatan dapat berjalan sesuai rencana.
Di bawah koordinasi Fadli Rahim, seluruh unsur kepanitiaan bergerak dengan tugas masing-masing. Mulai dari urusan teknis lapangan, pelayanan kesehatan, peserta dan perlengkapan, hingga memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung tertib dan lancar.

Hasil kerja kolektif tersebut kemudian terlihat dari tingginya antusiasme masyarakat. Ribuan peserta datang, berbagai layanan kesehatan dimanfaatkan warga dan suasana kebersamaan terasa kuat sejak kegiatan dimulai.

Bagi Fadli, capaian itu bukanlah keberhasilan seorang ketua panitia. Ia justru menempatkan kerja seluruh panitia dan Milenial Bintauna sebagai fondasi utama suksesnya kegiatan.

“Apa yang terlihat hari ini adalah hasil kerja bersama. Tidak ada keberhasilan seorang ketua tanpa kerja keras seluruh panitia. Saya justru memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada teman-teman yang sudah bekerja sejak persiapan sampai kegiatan selesai,” ujar Fadli kepada Kontras.id, Senin 10/08/2026.

Sikap tersebut memperlihatkan pola kepemimpinan Fadli yang tidak berpusat pada dirinya sendiri. Ia memilih menggerakkan orang-orang di sekitarnya agar setiap gagasan dapat diwujudkan melalui kerja bersama.

Semangat kolektif itulah yang kemudian membuat Gerakan Bintauna Sehat memiliki makna lebih luas. Kegiatan kepemudaan tersebut tidak berhenti pada jalan sehat dan olahraga, tetapi menyentuh langsung kebutuhan masyarakat melalui berbagai layanan sosial dan kesehatan.

Sejumlah layanan disiapkan, mulai dari sunatan massal, pemeriksaan kesehatan hingga pemeriksaan mata bagi masyarakat lanjut usia. Warga yang membutuhkan juga mendapatkan kacamata sesuai hasil pemeriksaan.

Sebelumnya, sunatan massal dan pemeriksaan kesehatan gratis telah dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Bintauna. Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa energi kepemudaan Milenial Bintauna diarahkan untuk menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dari lapangan olahraga hingga ruang pelayanan kesehatan, keterlibatan anak-anak muda Bintauna terlihat nyata. Mereka tidak hanya menjadi peserta, tetapi ikut mengambil tanggung jawab dalam menggerakkan kegiatan.

Kehadiran Bupati Boltara, Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev., dalam pencanangan Gerakan Bintauna Sehat turut menjadi bentuk apresiasi terhadap inisiatif positif yang digagas generasi muda.

Dukungan tersebut sekaligus menunjukkan terbukanya ruang bagi pemuda untuk berkreasi, berkolaborasi dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah melalui kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Bagi Milenial Bintauna, dukungan pemerintah dan masyarakat menjadi energi untuk melanjutkan gerakan serupa. Sementara bagi panitia, keberhasilan kegiatan menjadi bukti bahwa gagasan sederhana dapat berkembang menjadi gerakan yang lebih besar ketika dibangun dengan kebersamaan dan komitmen.

Fadli Rahim pun menegaskan bahwa Gerakan Bintauna Sehat diharapkan tidak berhenti pada satu momentum.

“Ini bukan akhir. Justru ini adalah awal. Kami ingin semangat kebersamaan ini terus hidup. Kalau pemuda bersatu, pemerintah mendukung dan masyarakat ikut bergerak, saya yakin banyak hal positif yang bisa kita lakukan untuk Bintauna,” kata Fadli.

Gerakan Bintauna Sehat sekaligus menghadirkan gambaran lain tentang bagaimana pemuda dapat mengambil peran di tengah masyarakat. Mereka tidak hanya dipandang sebagai generasi penerus, tetapi juga dapat menjadi generasi penggerak yang melahirkan gagasan, membangun kolaborasi dan menghadirkan manfaat.

Di balik ribuan warga yang memadati lokasi kegiatan, terdapat kerja panjang panitia yang tidak selalu terlihat. Ada waktu, tenaga dan pikiran yang dicurahkan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik.

Di balik gerakan tersebut pula terdapat semangat Milenial Bintauna untuk membuktikan bahwa anak muda mampu mengambil tanggung jawab dan menghadirkan sesuatu yang berarti bagi masyarakat.

Gerakan Bintauna Sehat akhirnya bukan sekadar cerita tentang sebuah kegiatan. Ini adalah cerita tentang anak muda yang bergerak, panitia yang bekerja dan sebuah gagasan yang mampu mempertemukan banyak elemen masyarakat.

Fadli Rahim bersama seluruh panitia dan Milenial Bintauna menunjukkan bahwa ketika semangat kepemudaan bertemu dengan kepedulian sosial, sebuah kegiatan dapat tumbuh menjadi gerakan yang memberikan arti bagi masyarakat.

Share:  
Example 120x600