Kontras.id, (Sangihe) – Aktivitas judi sabung ayam di kawasan Malebur, Kelurahan Santiago, Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, berujung insiden berdarah pada Sabtu, 17/10/2026 sore.
Peristiwa ini menimbulkan perhatian terhadap penanganan kasus penikaman yang menyebabkan seorang warga mengalami luka serius.
Korban berinisial DT alias Emon (38), warga Kelurahan Penanekeng, mengalami luka tusuk benda tajam yang disebut sebagai pisau ayam di bagian dada kiri. Ia juga menderita luka sayatan pada lengan kiri. Penikaman tersebut diduga dilakukan LA alias Tipe (41), warga Talolang, Kecamatan Tabukan Utara.
Berdasarkan keterangan korban, insiden bermula dari perselisihan di arena sabung ayam. Perselisihan tersebut sempat mereda hingga situasi di lokasi disebut kembali kondusif.
Namun, ketika Emon berada di luar gelanggang, seorang peserta judi sabung ayam diduga mendorongnya hingga memicu adu mulut. Situasi kemudian memanas setelah Tipe datang membawa pisau ayam.
Korban berusaha menghindar dan sempat melakukan perlawanan. Akan tetapi, setelah mengalami luka tusuk di dada kiri dan luka pada lengan, Emon memilih mundur. Rekan-rekan korban kemudian mengejar terduga pelaku.
Dalam kondisi bersimbah darah, Emon dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Liun Kendage Tahuna untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, Tipe sempat diserahkan ke Polsek Tahuna. Namun, karena mengalami luka di bagian kepala, ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Liun Paduli, Kecamatan Tabukan Utara, untuk menjalani penanganan medis.
Menurut informasi yang diperoleh, keluarga Tipe disebut menyampaikan kepada pihak rumah sakit bahwa luka yang dialaminya disebabkan kecelakaan lalu lintas di Jalan Raku, Kecamatan Tabukan Utara.
Informasi tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak-pihak terkait untuk memastikan kronologi kejadian secara utuh.
Saat ditemui di ruang instalasi gawat darurat (IGD) RS Liun Paduli, Tipe tidak bersedia memberikan keterangan. Setelah menjalani perawatan medis, ia diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit.
Di tengah insiden tersebut, pernyataan Kasat Reskrim Polres Kepulauan Sangihe, IPTU Harli Essing Buida, kepada media melalui sambungan telepon turut menjadi perhatian. Dalam percakapan itu, Buida menyebut kegiatan tersebut merupakan inisiatif beberapa oknum wartawan di Sangihe. Ia juga meminta agar informasi lebih lengkap dikonfirmasi kepada seorang wartawan berinisial MS.
“Itu kan kegiatannya wartawan, cari-cari kelebihan doi bensin,” kata Buida.
Hingga berita ini diterbitkan, Kontras.id belum memperoleh konfirmasi mengenai keberadaan LA maupun perkembangan penanganan kasus penikaman tersebut dari pihak kepolisian.














