Kontras.id, (Gorontalo Utara) – Empat bulan tanpa menerima gaji bukan sekadar angka di kalender bagi tenaga kesehatan (Nakes) non-ASN di RSUD dr. Zainal Umar Sidiki (ZUS). Di balik seragam dan pelayanan kepada pasien, ada kebutuhan hidup yang tetap berjalan, sementara hak atas penghasilan disebut belum juga diterima.
Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Bendahara Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sulawesi Utara-Gorontalo (BADKO HMI Sulut-Go), Faisal Hamsah. Ia menyindir sikap diam Bupati Gorontalo Utara, Thoriq Modanggu, di tengah kabar keterlambatan pembayaran gaji para Nakes yang disebut telah memasuki bulan keempat.
Menurut Faisal, persoalan tersebut semestinya tidak dipandang sebagai urusan administrasi semata. Sebab, mereka yang terdampak merupakan tenaga kesehatan yang setiap hari tetap berada di garis pelayanan, melayani masyarakat meski kebutuhan pribadi dan keluarga juga harus dipenuhi.
“Sebagai orang nomor satu di Gorontalo Utara, seharusnya Bupati peka terhadap apa yang dialami para tenaga medis. Mereka sudah empat bulan belum menerima gaji, tetapi tetap menjalankan aktivitas dan melayani pasien,” kata Faisal kepada Kontras.id, Jumat 07/08/2026.
Ia menilai situasi itu menjadi ironi. Ketika pelayanan kepada masyarakat dituntut tetap berjalan, kehidupan para pemberi layanan justru menghadapi ketidakpastian. Menurutnya, Nakes juga memiliki kebutuhan hidup yang tidak bisa ditunda hanya karena persoalan pembayaran yang belum terselesaikan.
“Bagaimana mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari kalau hak mereka belum dibayarkan? Mereka tetap bekerja, tetap melayani pasien, sementara beban hidup terus berjalan. Ini yang seharusnya menjadi perhatian pemerintah daerah,” ujar Faisal.
Faisal melontarkan sindiran terhadap sikap pemerintah daerah yang dinilainya belum menunjukkan respons yang cukup terhadap persoalan tersebut. Baginya, seorang kepala daerah tidak cukup hanya terlihat ketika meresmikan program atau menghadiri agenda pemerintahan, tetapi juga harus hadir ketika masyarakat dan aparatur pelayanan menghadapi persoalan.
“Kalau bupati terus diam, kepada siapa lagi para Nakes menggantungkan harapan? Mereka bekerja untuk masyarakat, tetapi ketika hak mereka terlambat, justru seolah harus menghadapi persoalan itu sendiri,” tegas Faisal.
Baca Juga:
Gaji Nakes RSUD ZUS Masih Misteri, HMI Tagih Janji Penjelasan Thoriq Modanggu
Ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo Utara segera memberikan penjelasan terbuka mengenai penyebab keterlambatan pembayaran tersebut. Menurut Faisal, kepastian informasi penting agar para Nakes tidak terus berada dalam ketidakjelasan mengenai kapan hak mereka akan diterima.
“Jangan sampai tenaga kesehatan diminta terus profesional melayani masyarakat, tetapi ketika mereka membutuhkan kepastian atas haknya, pemerintah justru tidak memberikan kepastian. Pemerintah harus hadir dan mencari solusi,” ujar Faisal.
Faisal menegaskan kritik tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pelayanan kesehatan sekaligus nasib para Nakes non-ASN. Ia meminta persoalan pembayaran gaji segera dituntaskan agar pelayanan di RSUD ZUS tetap berjalan tanpa menambah beban psikologis maupun ekonomi bagi tenaga kesehatan.
Baca Juga:
Tiga Bulan Gaji Nakes RSUD ZUS Belum Dibayar, Bupati Thoriq Janji Beri Penjelasan
Sebeumnya, Bupati Gorontalo Utara, Thoriq Modanggu berjanji akan memberikan penjelasan terkait perseolan mandeknya gaji Nakes non-ASN RSUD ZUS.
“Walaikum salam, insya Allah sebentar sesudah Jumat saya kasih info/penjelasan yaa,” kata Thoriq melalui pesan WhatsApp pada Jumat, 31 Juli 2026.
Namun hingga berita ditulis pada Jumat pukul 20.30 WITA, penjelasan yang dijanjikan belum juga disampaikan.








