Kontras.id, (Gorontalo) – Aktivitas alat berat jenis ekskavator di kawasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Dusun Bungo, Desa Tamaila, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo, dikabarkan terus meningkat. Jumlah alat berat yang beroperasi di lokasi tambang ilegal tersebut disebut kembali bertambah dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan informasi yang diterima Kontras.id, terdapat penambahan tiga unit ekskavator yang masuk ke area PETI Tamaila. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik terkait efektivitas pengawasan aparat penegak hukum (APH) terhadap aktivitas pertambangan ilegal yang terus berlangsung.
Menurut sumber terpercaya, pada Senin, 11 Mei 2026, dua unit alat berat dilaporkan masuk ke lokasi tambang. Satu unit masuk pada pagi hari, sementara satu unit lainnya masuk pada sore hari. Kemudian, pada Selasa pagi, satu unit alat berat kembali dilaporkan naik ke kawasan PETI.
“Kemarin itu ada dua alat yang naik, satu pagi dan satunya lagi sore hari. Hari ini pada pagi hari bertambah satu alat lagi yang naik ke lokasi,” ungkap sumber kepada Kontras.id, Selasa, 12 Mei 2026.
Meski demikian, sumber tersebut juga mengungkapkan bahwa satu unit alat berat diketahui turun dari lokasi tambang. Berdasarkan informasi yang diperolehnya, alat berat tersebut sengaja dikeluarkan untuk menjalani perbaikan akibat mengalami kerusakan.
“Tapi kemarin itu ada juga satu alat turun dari lokasi. Informasi alat itu rusak dan akan diperbaiki,” ujar sumber.
Baca Juga: Polisi Amankan Ekskavator di Tambang Emas Ilegal Tamaila Kabupaten Gorontalo
Sebelumnya, Camat Tolangohula, Hasim Rifai, mengungkapkan bahwa jumlah alat berat yang telah masuk ke kawasan PETI Tamaila telah mencapai enam unit. Ia menyebut pemerintah kecamatan bersama pihak kepolisian menghadapi kendala serius dalam upaya pencegahan masuknya alat-alat berat tersebut.
Menurut Hasim, para pelaku diduga sengaja memasukkan ekskavator ke lokasi tambang secara diam-diam pada waktu dini hari, bahkan disebut ada pihak yang turut mengawal proses masuknya alat berat itu.
“Mereka (ekskavator) masuk itu tengah malam, pukul 01.00 WITA dini hari, dan ada yang mengawal mereka masuk. Jadi itu kendala kami,” kata Hasim via telepon WhatsApp, Jumat, 8 Mei 2026.
Baca Juga: Kumabal! Diduga 6 Ekskavator Kembali Masuk PETI Tamaila Kabupaten Gorontalo
Ia juga mengaku telah berulang kali berkoordinasi dengan Polsek Tolangohula untuk melakukan pencegahan. Namun, para pelaku diduga memanfaatkan celah ketika tidak ada operasi penjagaan di lapangan.
“Kadang kami melakukan pencegatan bersama Polsek, alatnya tidak ada yang masuk. Tapi disaat kami tidak melakukan operasi, ada lagi yang masuk. Jadi kami dan Polsek juga kewalahan,” ungkap Hasim.
Baca Juga: Polres Gorontalo “Enggan” Tanggapi Dugaan Akativitas Ekskavator di PETI Tamaila, Kenapa?
Bertambahnya jumlah ekskavator di kawasan PETI Tamaila kembali menyoroti lemahnya pengawasan terhadap aktivitas pertambangan ilegal di Kabupaten Gorontalo.
Publik pun kini menanti langkah tegas aparat penegak hukum untuk menghentikan aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan tersebut.













