Kontras.id, (Boltara) – Pencarian seorang pria yang tak kunjung pulang dari kawasan perkebunan Perindu, Desa Mokoditek I, Kecamatan Bolangitang Timur, Bolaang Mongondow Utara (Boltara), berakhir dengan kabar duka.
Androl Ramenaung, warga Desa Mokoditek I yang sempat dicari keluarganya selama beberapa hari, akhirnya ditemukan pada Selasa 08/09/2026. Namun, kepulangannya bukan dalam kondisi yang diharapkan keluarga.
Jasad Androl ditemukan dalam kondisi telah membusuk di kawasan perkebunan Perindu. Keberadaannya pertama kali diketahui setelah dua warga yang sedang memperbaiki jaringan pipa air bersih mencium aroma menyengat dari sekitar lokasi.
Sekitar pukul 12.20 Wita, Erastus Takahindengan (49) dan Rivandi Dieng (26) tengah melakukan pengecekan sekaligus perbaikan pipa di kawasan tersebut.
Saat berada di sekitar kebun milik warga bernama Gustin Tampalang, keduanya mencium bau tidak sedap yang semakin kuat. Rasa penasaran membuat mereka kemudian menelusuri sumber aroma tersebut.
Penelusuran itu berujung pada temuan mengejutkan. Di tengah kawasan perkebunan, keduanya mendapati sesosok jasad pria dalam keadaan terbaring dan telah mengalami pembusukan.
Temuan tersebut sontak mengubah aktivitas di perkebunan Perindu. Lokasi yang sebelumnya menjadi area warga beraktivitas kemudian menjadi tempat penanganan kepolisian setelah informasi penemuan jasad dilaporkan.
Kedua warga tersebut kemudian meninggalkan lokasi untuk menyampaikan informasi kepada keluarga korban dan pemerintah Desa Mokoditek I. Informasi itu selanjutnya diteruskan kepada pihak kepolisian untuk mendapatkan penanganan.
Identitas korban kemudian diketahui sebagai Androl Ramenaung, kelahiran Mokoditek, 13 Januari 1978.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, Androl diketahui pergi ke perkebunan Perindu untuk melakukan aktivitas memanen nilam. Namun, korban tak kunjung kembali sehingga keluarga mulai melakukan pencarian.
Upaya pencarian kemudian melibatkan pemerintah desa bersama masyarakat. Sejumlah pakaian yang diduga milik korban bahkan sempat ditemukan di kawasan perkebunan, sekitar 300 meter dari sebuah daseng.
Pencarian terus dilakukan hingga Senin 7 September 2026 sekitar pukul 18.00 Wita. Karena belum membuahkan hasil, pencarian kemudian dihentikan.
Sehari berselang, keberadaan korban justru diketahui melalui temuan dua warga yang sedang menjalankan aktivitas perbaikan pipa air bersih di kawasan perkebunan tersebut.
Informasi penemuan jasad kemudian segera ditindaklanjuti Polsek Bolangitang. Personel kepolisian dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan awal serta mengumpulkan informasi terkait temuan tersebut.
Petugas mendatangi lokasi, menghimpun keterangan sejumlah pihak, serta berkoordinasi dengan keluarga korban dan pemerintah desa.
Kapolsek Bolangitang IPDA Rahcmat Sondeng menegaskan bahwa laporan masyarakat akan ditindaklanjuti sesuai prosedur.
“Kami mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan kejadian serupa atau mengetahui informasi mengenai warga yang hilang. Setiap laporan akan kami tindak lanjuti dengan cepat dan sesuai prosedur,” ujar Rahcmat.
Dari keterangan keluarga, korban disebut kerap mengalami gangguan konsentrasi dan perubahan perilaku setelah beberapa kali mengalami kecelakaan lalu lintas.
Tekanan emosional juga disebut dialami korban setelah istrinya meninggal dunia akibat sakit beberapa bulan sebelumnya. Namun, informasi tersebut masih merupakan keterangan dari pihak keluarga dan belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kematian Androl.
Polisi masih melakukan pendalaman untuk merangkai fakta-fakta yang ditemukan di lapangan. Keterangan saksi, keluarga, hingga kondisi lokasi menjadi bagian dari proses penanganan guna memastikan rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum korban ditemukan.
Masyarakat juga diminta tidak terburu-buru menyimpulkan ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait kematian korban.
Sebab, di balik aroma menyengat yang akhirnya mengungkap keberadaan jasad Androl di tengah perkebunan Perindu, masih ada pertanyaan yang belum terjawab, apa yang sebenarnya terjadi sebelum korban ditemukan tak bernyawa?
Jawaban atas pertanyaan tersebut kini menjadi bagian dari proses pendalaman kepolisian. Fakta-fakta di lapangan akan menjadi penentu untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum akhir tragis Androl di perkebunan Perindu.











