Example floating
Example floating
AdvertorialDaerahKesehatan

Pos Kesehatan hingga Rumah Sakit Lapangan Siaga Layani Peserta Penas XVII 2026

×

Pos Kesehatan hingga Rumah Sakit Lapangan Siaga Layani Peserta Penas XVII 2026

Sebarkan artikel ini
Penas
Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo menyiagakan pos skrining kesehatan, pos kesehatan pameran dan UMKM, pos kesehatan homestay, serta rumah sakit lapangan untuk peserta Pekan Nasional (Penas) Tani Nelayan XVII Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo. (Foto: istimewa)

Kontras.id, (Gorontalo) – Berbagai layanan kesehatan disiagakan untuk melayani peserta Pekan Nasional (Penas) Tani Nelayan XVII Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo. Mulai dari pos skrining kesehatan, pos kesehatan pameran dan UMKM, pos kesehatan homestay hingga rumah sakit lapangan, seluruhnya disiapkan untuk memastikan peserta memperoleh pelayanan medis secara cepat dan tepat selama kegiatan berlangsung.

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo bersama jajaran kesehatan kabupaten/kota dan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan terus mengoptimalkan pelayanan di sejumlah titik kegiatan yang menjadi pusat aktivitas peserta dan pengunjung.

Petugas Skrining Kesehatan, Arman Saidi, SKM, mengatakan persiapan layanan kesehatan telah dilakukan sejak sebulan sebelum pelaksanaan Penas. Salah satu langkah yang dilakukan yakni pelaksanaan skrining kesehatan guna mendeteksi faktor risiko penyakit pada peserta.

“Kami melakukan skrining untuk mendeteksi faktor risiko penyakit tropis maupun penyakit tidak menular. Jika ditemukan peserta dengan faktor risiko tinggi, seperti risiko stroke atau penyakit jantung, maka akan kami tindak lanjuti dan informasikan kepada tim rumah sakit lapangan,” kata Arman.

Menurutnya, skrining kesehatan menjadi bagian penting dalam upaya deteksi dini sehingga langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila ditemukan kondisi yang berisiko.

Selain pos skrining, Dinkes juga menyiapkan Pos Kesehatan Pameran dan UMKM yang memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada peserta dan pengunjung selama kegiatan berlangsung.

Tenaga Medis Pos Kesehatan UMKM, Rostian J. Montu, S.Kep, menjelaskan setiap puskesmas yang bertugas membawa satu tim tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, apoteker serta satu unit ambulans lengkap dengan peralatan medis dan logistik kesehatan.

“Pelayanan dilakukan selama 24 jam sejak pembukaan hingga penutupan kegiatan. Kami juga mengantisipasi berbagai keluhan kesehatan yang mungkin muncul akibat cuaca panas, seperti pusing, sakit kepala maupun gangguan lambung,” ujar Rostian.

Ia menambahkan, tenaga kesehatan yang bertugas telah memiliki kemampuan penanganan kegawatdaruratan sehingga dapat memberikan pelayanan awal sebelum pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap apabila diperlukan.

Sementara itu, pelayanan kesehatan juga disiapkan di lokasi penginapan peserta melalui Pos Kesehatan Homestay yang tersebar di sejumlah wilayah.

PIC Pos Kesehatan Homestay Limboto, Hendra Tuna, mengatakan pihaknya melibatkan 10 puskesmas dengan sistem pelayanan bergiliran selama 24 jam.

“Kami didukung tenaga dokter, perawat, sopir ambulans serta perlengkapan medis yang memadai. Selain itu, kami berkolaborasi dengan PSC 119 untuk memastikan pelayanan kesehatan dapat diberikan secara cepat dan tepat,” kata Hendra.

Ia menjelaskan petugas kesehatan telah mulai bertugas sejak kedatangan kontingen pertama. Setiap lokasi homestay juga dilengkapi informasi kontak petugas kesehatan sehingga peserta dapat segera memperoleh bantuan apabila mengalami gangguan kesehatan.

Menurut Hendra, sebanyak 1.145 rumah di wilayah Limboto telah diidentifikasi sebagai lokasi penginapan peserta dan seluruhnya masuk dalam pemantauan tim kesehatan.

Sebagai pusat pelayanan kesehatan lanjutan, rumah sakit lapangan juga telah disiapkan dengan dukungan tenaga medis, peralatan kesehatan dan ambulans siaga selama 24 jam.

Tenaga Medis Rumah Sakit Lapangan, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes, mengatakan kesiapan rumah sakit lapangan telah mencapai hampir 100 persen. Seluruh tenaga medis yang bertugas juga telah dijadwalkan selama pelaksanaan kegiatan.

“Kami menyiapkan area triase, ruang observasi, tempat tidur pasien dan berbagai perlengkapan medis darurat. Rumah sakit lapangan akan menerima rujukan dari seluruh pos kesehatan yang ada di lokasi kegiatan,” ungkap Zuhriana.

Ia menambahkan, apabila pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut, maka akan dirujuk ke rumah sakit rujukan yang telah ditetapkan, seperti RSUD Aloei Saboe, RSUD Dunda, RS Ainun Habibie dan fasilitas kesehatan lainnya sesuai kebutuhan.Rumah sakit lapangan menjadi bagian penting dalam sistem rujukan kesehatan selama pelaksanaan Penas. Keberadaannya diharapkan mampu mempercepat penanganan peserta yang membutuhkan observasi maupun tindakan medis lanjutan sebelum dirujuk ke rumah sakit rujukan.

Dinas Kesehatan juga mengimbau seluruh peserta dan pengunjung Penas Tani Nelayan XVII Tahun 2026 untuk menjaga kondisi tubuh selama mengikuti rangkaian kegiatan. Mengingat cuaca di Gorontalo yang cukup panas, peserta diharapkan memperbanyak konsumsi air putih, mengatur waktu istirahat, serta segera memanfaatkan layanan kesehatan yang telah disediakan apabila mengalami keluhan kesehatan agar dapat ditangani sejak dini.

Dengan dukungan tenaga kesehatan, sarana prasarana dan sistem pelayanan yang terintegrasi, sektor kesehatan Provinsi Gorontalo siap mendukung kelancaran dan kesuksesan penyelenggaraan Penas Tani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo.

Share:  
Example 120x600