Example floating
Example floating
DaerahHeadlinePemerintahanTokoh

Akun WhatsApp Catut Nama Bupati Boltara Beredar, Warga Diminta Waspada Penipuan

×

Akun WhatsApp Catut Nama Bupati Boltara Beredar, Warga Diminta Waspada Penipuan

Sebarkan artikel ini
Pesan WhatsApp
Tangkaan alayar akun ahatsApp yang mengaku Bupati Bolmut, Sirajudin Lasena yang beredar,(foto Istimewa).

Kontras.id, (Bolmut) – Masyarakat Bolaang Mongondow Utara (Boltara) diimbau meningkatkan kewaspadaan setelah beredarnya akun WhatsApp yang mengatasnamakan Bupati Boltara, Sirajudin Lasena.

Akun dengan nomor +628215089821 tersebut diketahui telah menghubungi sejumlah pihak dengan mengaku sebagai kepala daerah.

Berdasarkan tangkapan layar yang beredar, pelaku memulai percakapan dengan sapaan formal dan memperkenalkan diri sebagai “Sirajudin Lasena – Bupati Boltara”.

Modus ini diduga kuat merupakan upaya penipuan yang kerap terjadi dengan mencatut nama pejabat publik untuk meyakinkan calon korban.

Dalam isi percakapan, pelaku berusaha membangun komunikasi seolah-olah benar merupakan Bupati aktif. Gaya bahasa yang digunakan pun terkesan resmi dan meyakinkan.

Namun setelah ditelusuri, nomor tersebut bukanlah kontak resmi Bupati. Indikasi kuat mengarah pada aksi penipuan digital yang berpotensi berujung pada permintaan uang maupun data penting dari korban.

Masyarakat diminta untuk tidak merespons atau melayani pesan dari nomor mencurigakan yang mengatasnamakan pejabat, termasuk Bupati.

Jika menerima pesan serupa, masyarakat diimbau untuk tidak membalas atau memberikan informasi pribadi, tidak melakukan transfer uang dalam bentuk apa pun, segera memblokir nomor tersebut, serta melaporkannya kepada pihak berwajib.

Perlu diketahui, komunikasi resmi pemerintah daerah umumnya dilakukan melalui jalur formal, bukan melalui nomor pribadi yang tidak dikenal.

Kasus serupa bukan pertama kali terjadi. Pelaku biasanya memanfaatkan nama pejabat untuk melancarkan aksi penipuan dengan berbagai modus, mulai dari bantuan sosial hingga urusan proyek.

Masyarakat juga diharapkan turut menyebarluaskan informasi ini agar tidak ada korban lain yang dirugikan.

“Jika ada yang mengatasnamakan Bupati dan menghubungi lewat WhatsApp, mohon jangan diladeni. Itu dipastikan bukan resmi,” imbau Sofyan Mokoginta, Kabag Prokopim Boltara.

Fenomena penipuan digital dengan mencatut nama pejabat kian marak. Karena itu, kewaspadaan dan literasi digital menjadi kunci utama agar masyarakat tidak mudah terjebak.

Share:  
Example 120x600