Example floating
Example floating
AdvertorialDaerahKesehatanPemerintahan

RS Pratama Bintauna Diuji, Akreditasi Tiga Hari Dimulai

×

RS Pratama Bintauna Diuji, Akreditasi Tiga Hari Dimulai

Sebarkan artikel ini
Boltara
Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena saat menghadiri proses akreditasi Rumah Sakit (RS) Pratama Bintauna pada Rabu, 22 April 2026,(foto Istimewa).

Kontras.id, (Boltara) – Proses akreditasi Rumah Sakit (RS) Pratama Bintauna Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) resmi dimulai, Rabu 22/04/2026.

Momentum ini menjadi tahap penting untuk mengukur kualitas pelayanan kesehatan yang selama ini diberikan kepada masyarakat di wilayah Boltara.

Bupati Boltara, Sirajudin Lasena turut hadir langsung dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, termasuk sesi survei yang digelar secara daring melalui Zoom.

Kehadiran orang nomor satu di daerah itu menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari komitmen serius pemerintah daerah dalam meningkatkan standar layanan kesehatan.

Survei akreditasi dijadwalkan berlangsung selama tiga hari. Hari pertama dilaksanakan secara daring, sementara dua hari berikutnya dilakukan secara langsung (luring).

Seluruh aspek pelayanan menjadi objek penilaian, mulai dari administrasi, tata kelola, hingga kualitas pelayanan medis kepada pasien.

Akreditasi ini bukan hanya soal kelengkapan dokumen, tetapi juga menguji sejauh mana rumah sakit mampu menerapkan standar operasional secara konsisten di lapangan.

Dinas Kesehatan Boltara terlihat aktif mendampingi pihak rumah sakit sepanjang proses berlangsung. Pendampingan ini mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari kesiapan administrasi hingga implementasi standar pelayanan yang menjadi indikator utama penilaian tim surveyor.

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Boltara, Ali Dumbela menegaskan bahwa persiapan telah dilakukan secara maksimal.

“Akreditasi ini menjadi momentum penting untuk memastikan pelayanan kesehatan di RS Pratama Bintauna benar-benar memenuhi standar, baik dari sisi manajemen maupun pelayanan kepada masyarakat,” ujar Ali.

Ia juga menambahkan bahwa pendampingan dilakukan secara intensif untuk memastikan tidak ada indikator yang terlewat selama proses penilaian.

Lebih dari sekadar capaian administratif, akreditasi menjadi tolok ukur kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan. Hasil dari proses ini akan mencerminkan sejauh mana rumah sakit mampu memberikan pelayanan yang aman, profesional, dan berorientasi pada pasien.

RS Pratama Bintauna kini berada di fase krusial. Tiga hari ke depan bukan hanya soal penilaian, tetapi tentang pembuktian bahwa layanan kesehatan di daerah mampu berdiri sejajar dengan standar yang ditetapkan secara nasional.

Jika lolos dengan hasil maksimal, akreditasi ini akan menjadi pijakan kuat bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan di Boltara ke depan. Namun jika sebaliknya, ini menjadi alarm keras untuk segera berbenah.

Share:  
Example 120x600