Kontras.id, (Sangihe) – Oknum guru berinisial FM, warga Kelurahan Tidore, Kecamatan Tahuna Timur, Kabupaten Kepulauan Sangihe akhirnya angkat bicara setelah namanya dituding terlibat dalam dugaan penyelundupan ikan tuna ke Negara Filipina.
FM menegaskan bahwa dirinya murni menjalankan usaha jual beli ikan tuna dan tidak memiliki keterikatan kontrak langsung dengan dapur MBG seperti isu yang ramai beredar di tengah masyarakat.
“Saya bukan pemasok Tuna ke MBG, tapi kalau ada permintaan akan saya layani,” ujar FM saat ditemui Kontras.id di Tahuna, Senin 20/04/2026.
Menurut FM, siapa pun pembeli akan tetap dilayani selama ada transaksi, baik dari pihak MBG maupun pembeli lainnya. Namun, ia membantah mengetahui adanya dugaan penyelundupan ikan ke Filipina.
“Ketika ikan sudah dibeli dari saya, itu bukan tanggung jawab saya lagi mau dibawa ke mana. Saya juga tidak menjual Tuna ke Filipina, tapi menjual ke pengusaha lainnya di Sangihe,” tegas FM.
Baca Juga: Berkedok Pemasok MBG, Guru di Tidore Sangihe Diduga Seludupkan Tuna Ke Filipina
Ia kembali menjelaskan bahwa setelah ikan tuna dibeli, maka urusan pengiriman sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak pembeli, bukan dirinya sebagai penjual.
“Ketika Tuna itu dibawa oleh mereka ke Filipina, itu sudah bukan tanggung jawab saya lagi. Jadi begitu fakta yang sebenarnya,” tandas FM.














