Kontras.id, (Pohuwato) – Senator DPD RI asal Provinsi Gorontalo, Syarif Mbuinga, menginventarisasi berbagai persoalan yang dihadapi sektor pendidikan di Kabupaten Pohuwato sebagai bahan perjuangan di tingkat pusat. Mulai dari kekurangan guru ASN, bangunan sekolah yang rusak, hingga rendahnya literasi dan numerasi menjadi isu strategis yang mengemuka dalam pertemuannya dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pohuwato, Selasa (21/7/2026).
Pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Syarif Mbuinga sebagai anggota Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) DPD RI dalam menyerap aspirasi daerah sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan yang membutuhkan dukungan regulasi maupun kebijakan dari pemerintah pusat.
Beberapa isu yang dinilai perlu mendapat perhatian antara lain banyaknya bangunan sekolah yang mengalami kerusakan, permintaan penambahan tenaga pendidik ASN untuk sekolah swasta, rendahnya capaian literasi dan numerasi yang dipengaruhi keterbatasan sumber serta bahan ajar, hingga berbagai persoalan lain yang menjadi kewenangan Dinas Pendidikan Kabupaten Pohuwato.
Dalam pertemuan tersebut, Syarif Mbuinga menjelaskan bahwa berbagai persoalan di daerah kerap muncul akibat tumpang tindih regulasi. Karena itu, diperlukan penyusunan aturan yang lebih harmonis agar pelaksanaan program dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.
“Kami di BULD hadir untuk mendata, menganalisis, serta mengusulkan regulasi agar tercipta harmonisasi antara program pusat, perda, dan ranperda. Harmonisasi itulah yang diharapkan dapat mencegah terjadinya tabrakan aturan maupun kebijakan,” ujar senator yang akrab disapa Pasisa.
Di akhir pertemuan, Syarif menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Gorontalo, meski kewenangan DPD RI terbatas dibandingkan lembaga negara lainnya.
“Wewenang DPD RI jika dibandingkan dengan lembaga lain di pusat tentunya sangat terbatas. Namun ini adalah tantangan tersendiri. Jika sekiranya diperlukan, saya harus ‘lompat jendela’ untuk kepentingan bersama masyarakat. Saya kira semua tetap harus saya lakukan,” imbuh Pasisa sambil bercanda.














