Example floating
Example floating
DaerahEkonomiHeadlinePemerintahan

Padi Terancam Rusak Saat Panen, Petani Boltara Soroti Minimnya Alat dari Pemda

×

Padi Terancam Rusak Saat Panen, Petani Boltara Soroti Minimnya Alat dari Pemda

Sebarkan artikel ini
Kabupaten Boltara
Kondisi tanaman padi milik warga yang siap panen di Bolaang Mongondow Utara (Boltara),(foto Fikrianto Maasum/Kontras,id).

Kontras.id, (Boltara) – Di tengah musim panen yang seharusnya menjadi momen menggembirakan, petani di Bolaang Mongondow Utara (Boltara) justru dihadapkan pada kondisi memprihatinkan. Sejumlah lahan sawah dilaporkan tidak terpanen tepat waktu, bahkan sebagian hasil padi terancam rusak di lokasi.

Permasalahan ini diduga dipicu oleh keterbatasan alat potong padi serta semakin sulitnya petani mendapatkan tenaga panen manual di lapangan.

“Akan jadi perhatian ke depan. semoga kelak banyak alat potong padi,” ungkap salah satu warga, Rabu 01/04/2026.

Namun di balik harapan itu, terselip kekhawatiran karena sebagian hasil panen berisiko hilang percuma. Upaya panen secara manual yang selama ini menjadi solusi alternatif, kini tidak lagi efektif. Sejumlah petani mengaku kesulitan mendapatkan tenaga kerja, meskipun telah berupaya mencarinya di berbagai tempat.

Kondisi ini menempatkan petani dalam situasi serba sulit. Di satu sisi, ketersediaan alat mesin pertanian masih sangat terbatas. Di sisi lain, tenaga panen manual yang biasa diandalkan kini semakin langka.

Akibatnya, padi yang telah siap dipanen berpotensi mengalami penurunan kualitas, bahkan kerusakan, jika tidak segera ditangani. Situasi tersebut memicu sorotan terhadap peran pemerintah daerah, khususnya dalam memastikan ketersediaan sarana dan prasarana pertanian yang memadai bagi petani.

Ketersediaan alat mesin pertanian, terutama alat potong padi, dinilai sebagai kebutuhan mendesak guna menjamin proses panen berjalan optimal serta mencegah potensi kerugian di tingkat petani.

Diharapkan, instansi terkait dapat segera mengambil langkah konkret dan cepat untuk menjawab persoalan yang saat ini dihadapi para petani di lapangan.

Hingga berita ditulis, Kontras.id masih berupaya meminta tanggapan dari Kepala Dinas Pertanian Boltara.

Share:  
Example 120x600