Example floating
Example floating
DaerahHeadlinePemerintahanPendidikan

Guru Sekaligus Bendahara BOS SDN Bukide Sangihe Hilang 3 Bulan, Dinas Turun Tangan

×

Guru Sekaligus Bendahara BOS SDN Bukide Sangihe Hilang 3 Bulan, Dinas Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Kepulauan Sangihe
Ilustrasi seorang guru perempuan,(foto dok. AI/Kontras.id).

Kontras.id, (Sangihe) – Seorang guru perempuan berinisial AM yang bertugas di SDN Bukide, Kecamatan Nusa Tabukan, Kabupaten Kepulauan Sangihe dikabarkan menghilang tanpa kabar dan tidak lagi menjalankan tugasnya sebagai tenaga pendidik selama kurang lebih tiga bulan terakhir.

Tak hanya berstatus sebagai guru, AM juga diketahui menjabat sebagai Bendahara Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SDN Bukide. Menurut keterangan warga setempat, yang bersangkutan sudah lama tidak terlihat menjalankan aktivitas di sekolah maupun berada di kampung.

“Kurang lebih 3 bulan ibu guru tidak datang ke sekolah lagi, bahkan di kampung sudah tidak ada,” ungkap salah satu warga yang enggan namanya dipublikasikan, Jumat 19/06/2026.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SDN Bukide, Rudi Hartono Karim mengatakan pihak sekolah telah mengambil langkah dengan melayangkan surat panggilan kepada AM serta melaporkan persoalan tersebut kepada Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Menurut Karim, awalnya AM hanya meminta izin untuk beberapa hari. Namun setelah itu, yang bersangkutan mulai jarang masuk sekolah hingga akhirnya tidak lagi melaksanakan tugas sebagai guru.

” Kami sudah memberikan sudah memanggil yg bersangkutan, namun hingga kini kami saja tidak tahu keberadaannya,” kata Karim.

Karim mengatakan, pihaknya juga telah berupaya mencari informasi dengan mendatangi orang tua AM yang berada di Siau. Namun, keberadaan AM tidak diketahui berada di sana.

“Saya sudah cek ke orang tuanya, tapi dia tidak ada di Siau,” jelas Karim.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jew Wuatensemba Adriaan membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait kasus tersebut.

Namun demikian, pihak dinas mengaku mengalami kendala untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut karena keberadaan AM hingga kini belum diketahui.

Dalam waktu dekat, Dinas Pendidikan berencana memanggil Kepala SDN Bukide guna meminta keterangan tambahan terkait persoalan tersebut.

“Memang kami sudah menerima laporan tersebut, namun hingga kini belum dapat melakukan pemeriksaan lanjut kepada AM karna belum tau dimana keberadaanya,” jelas Adriaan.

Hingga berita ini diterbitkan, keberadaan AM masih menjadi tanda tanya. Beredar informasi bahwa yang bersangkutan saat ini berada di Kabupaten Kepulauan Talaud, namun kabar tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.

Share:  
Example 120x600