Example floating
Example floating
DaerahHeadlineHukum

Kasus Sianida Asal Filipina Dinilai Mandek,Ketum HMJAP UNG Pertanyakan Keseriusan Polda Gorontalo

×

Kasus Sianida Asal Filipina Dinilai Mandek,Ketum HMJAP UNG Pertanyakan Keseriusan Polda Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Arit Lihawa
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik (Ketum HMJAP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Arit Lihawa,(foto Istimewa).

Kontras.id, (Gorontalo) – Perkembangan kasus penyelundupan sianida ilegal asal Filipina yang berhasil digagalkan Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Gorontalo kembali menjadi sorotan.

Kali ini, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik (Ketum HMJAP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Arit Lihawa yang mempertanyakan keseriusan aparat dalam mengusut tuntas perkara yang telah berjalan lebih dari satu bulan tersebut.

Arit menilai hingga saat ini publik belum mendapatkan informasi yang jelas mengenai perkembangan penanganan kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya tersangka baru selain warga negara asing (WNA) yang telah diamankan sebelumnya.

“Apakah sudah ada penambahan tersangka baru atau masih mereka WNA (Warga Negara Asing) saja tersangkanya,” kata Arit melalui keterangan resmi yang diterima Kontras.id, Senin 01/06/2026.

Menurutnya, lambannya informasi yang disampaikan kepada publik memunculkan berbagai pertanyaan, terutama terkait pihak yang diduga menjadi pemilik barang berbahaya tersebut. Arit meyakini bahwa pemilik sianida ilegal itu bukanlah warga negara asing, melainkan warga lokal yang identitasnya diduga telah diketahui penyidik.

“Kami yakin bahwa pemilik barang terlarang itu warga lokal (Gorontalo), dan polda sudah mengantongi identitasnya,” ujar Arit.

Atas dasar itu, Arit mendesak Polda Gorontalo untuk lebih transparan dalam menyampaikan perkembangan penyelidikan kepada masyarakat. Menurutnya, publik memiliki hak untuk mengetahui sejauh mana proses hukum berjalan dan siapa saja yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut.

“Jangan sampai hanya sampai pada para WNA saja yang dikorbankan, sementara pemiliknya menghirup udara bebas di luar sana,” tegas Arit.

Ia juga menyoroti adanya pengakuan saksi bahwa ada seorang saksi yang diduga terlibat dalam pemindahan barang terlarang tersebut dari kapal motor ke sebuah mobil. Arit menilai hal tersebut seharusnya menjadi petunjuk penting untuk mengembangkan perkara dan mengungkap aktor utama di balik masuknya ratusan karung sianida ke wilayah Gorontalo Utara.

“Informasi yang kami baca di salah satu media lokal saksi itu inisial LP alias ‘Lexi’, yang bersangkutan menurut keterangan saksi diduga terlibat memindahkan barang dari kapal ke mobil pick up,” ungkap Arit.

Ia menegaskan akan terus mengawal kasus tersebut hingga tuntas dan meminta aparat penegak hukum tidak berhenti hanya pada pelaku lapangan.

“Kasus ini sudah sebulan lebih, maka polda wajib menyampaikan sudah sejau mana perkembangan kasusnya. Kami akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas,” tandas Arit.

Baca juga:
Polda Gorontalo Gagalkan Penyelundupan 77 Karung Sianida Ilegal Asal Filipina

Sebelumnya, Ditpolairud Polda Gorontalo berhasil menggagalkan penyelundupan 117 karung sianida ilegal yang diduga berasal dari Filipina dan masuk melalui jalur laut di dua lokasi di Gorontalo Utara.

Sebanyak 40 karung diamankan di pesisir Desa Motihelumo, Kecamatan Sumalata Timur, pada 13 April 2026. Sementara 77 karung lainnya berhasil disita di perairan sekitar Desa Telihitu, Kecamatan Monano, dalam operasi terpisah yang dilakukan aparat kepolisian.

Direktur Polairud Polda Gorontalo, Kombes Pol. Devy Firmansyah, mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus 77 karung sianida tersebut berawal dari informasi intelijen terkait adanya kapal yang diduga membawa bahan kimia berbahaya dari Filipina menuju perairan Gorontalo.

“Dimana kapal ini berlayar dari Filipina menuju ke perairan Gorontalo. Kemudian setelah kami lakukan pengecekan, ternyata betul,” ungkap Devy kepada awak media saat konferensi pers pada Rabu, 6 Mei 2026.

Kasus ini hingga kini masih menjadi perhatian publik karena diduga melibatkan jaringan penyelundupan lintas negara dengan tujuan akhir wilayah Gorontalo.

Masyarakat pun menunggu langkah lanjutan aparat untuk mengungkap siapa pihak yang bertanggung jawab atas masuknya ratusan karung sianida ilegal tersebut.

Share:  
Example 120x600