Kontras.id, (Gorontalo) – FL alias Lando membantah terlibat dalam dugaan penyelundupan sekitar 3 ton sianida asal Filipina yang diamankan tim gabungan TNI Angkatan Laut dan Bea Cukai di perairan sekitar Pulau Bugisa dan Pulau Lampu, Kabupaten Gorontalo Utara pada Senin, 21 September 2026 sekitar pukul 02.30 WITA.
Meski membantah terlibat dalam perkara tersebut, Lando mengakui sempat mendatangi kantor TNI Angkatan Laut setelah dihubungi oleh WP alias Wisye, yang disebutnya sebagai pemilik barang. Kedatangannya, menurut Lando, hanya untuk membantu menyampaikan komunikasi antara Wisey dan pihak TNI AL.
Lando menjelaskan, Wisey menghubunginya setelah penangkapan terjadi. Ia mengaku dimintai bantuan karena memiliki hubungan baik dengan sejumlah anggota TNI AL yang selama ini bekerja sama dengan usaha pariwisata yang dikelolanya.
“Yang tangkap itu kebetulan anggota TNI Angkatan Laut yang jaga di pulau wisata saya. Saat ketangkap, pemilik barang WP alias Wisye minta tolong ke saya untuk mengkomunikan karena saya memiliki hubungan baik dengan TNI Angkatan Laut karena ada kerjamasama dengan mereka,” ujar Lando, Minggu 11 Okotber 2026.
Ia mengungkapkan, permintaan tersebut membuatnya mendatangi kantor TNI AL pada pagi hari setelah penangkapan. Lando mengklaim kehadirannya bukan untuk mengurus atau mengamankan barang yang ditangkap, melainkan sebatas menjadi penghubung komunikasi.
“Terus Wisye yang punya barang ini telepon saya untuk minta bantu untuk kominikasikan barang sianida yang ketangkap ini. Nah, paginya saya ke kantor Angkatan Laut untuk jadi komunikator. Sampainya disana saya sampaikan bahwa kedatangan saya ini untuk mengkomunikasikan barang ini,” kata Lando.
Ia juga mengaku sempat menjelaskan maksud kedatangannya kepada anggota TNI AL yang berada di lokasi. Ia menyebut sejumlah anggota sempat terkejut melihat dirinya datang, sehingga ia kembali menegaskan bahwa kehadirannya atas permintaan Wisye.
“Sampai-sampai Anggota TNI Angkatan Laut kaget kok saya ada di sana, jadi saya sampaikan bahwa saya hanya diminta tolong oleh pemilik barang untuk komunikasikan ke dalam khusunya ke Angkatan laut terkait baik dan buruknya persoalan tersebut,” ungkap Lando.
Menurutnya, komunikasi yang diupayakannya tidak membuahkan hasil. Karena pembicaraan menemui jalan buntu, ia mengaku menghubungi Wisye agar datang langsung ke kantor Lanal untuk menjelaskan persoalan tersebut.
“Jadi saya cuma cukup bantu untuk komunikasikan, karena komunikasinya mentok maka saya telepon pemilik barang untuk datang ke Lanal langsung, datanglah pemiliknya,” lanjut Lando.
Ia juga menuturkan bahwa penyidik sempat menanyakan kepada Wisye mengenai hubungan mereka. Lando mengklaim Wisey menjelaskan bahwa dirinya hanya dimintai bantuan untuk berkomunikasi dengan pihak TNI AL.
“Penyidik sempat menanyakan ke pemilik kalau kenal saya, pemilik nmenjelaskan bahwa saya hanya diminta bantu untuk mengkomunikan dengan TNI Angkatan Laut,” jelas Lando.
Bantah Dua Orang Diamankan sebagai Staf
Selain membantah terlibat dalam dugaan penyelundupan sianida, Lando turut meluruskan informasi mengenai dua orang yang disebut-sebut sebagai pegawainya.
Ia mengakui kedua orang yang turut diamankan pada perkara tersebut pernah bekerja dengannya. Tapi, Lando membantah bahwa mereka berstatus sebagai staf tetap.
“Mereka bukan staf saya, mereka orang kerja dengan saya tapi free leans. Setiap selesai kerja saya bayar, jadi bukan staf saya,” tegas Lando.
Baca Juga:
Dua Kasus Sianida di Gorontalo Terungkap, Nama-Nama Diduga Pemilik Justru Belum Tersentuh
Pernyataan Lando tersebut menjadi bagian dari klarifikasinya atas dugaan keterkaitan dirinya dengan perkara sianida yang diamankan di perairan Gorontalo Utara.
Namun, keterangannya mengenai hubungan dengan pemilik barang, komunikasi dengan pihak TNI AL, serta status dua orang yang disebut bekerja dengannya tetap perlu ditempatkan sebagai penjelasan dari pihak yang bersangkutan.
Untuk memperoleh gambaran perkara secara utuh, keterangan Lando perlu dikonfirmasi dengan pihak TNI AL, Bea Cukai, dan penyidik yang menangani kasus tersebut.
Klarifikasi para pihak diperlukan agar peran masing-masing dalam perkara ini dapat dijelaskan berdasarkan fakta dan hasil penyidikan, bukan semata-mata berdasarkan pengakuan salah satu pihak.
Hingga berita ditulis, Kontras.id masih berupaya meminta tanggapan TNI AL, Bea Cukai, dan WP alias Wisye terkait pernyataan Lando tersebut.
Baca Juga:
ABK Diduga Jadi Tumbal, Aktor Utama Penyeludupan Dua Kasus Sianida Masih Misteri
Sebelumnya diberitakan, tim gabungan TNI Angkatan Laut dan Bea Cukai mengamankan sekitar 3 ton sianida yang diduga berasal dari Filipina di sekitar perairan Pulau Bugisa dan Pulau Lampu, Gorontalo Utara, Senin, 21 September 2026 sekitar pukul 02.30 WITA.
Dalam operasi tersebut, enam ABK turut diamankan dan kini menjalani pemeriksaan oleh penyidik TNI Angkatan Laut Gorontalo. Namun, informasi yang diperoleh Kontras.id menyebut terdapat dua orang berinisial WP alias Wis dan F alias Lan yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut hingga kini disebut belum ditahan.












