Example floating
Example floating
DaerahHeadlineHukum

Didesak Bertanggung Jawab di Kasus Sianida, Pengacara Saksi: Lando Jangan Cuci Tangan

×

Didesak Bertanggung Jawab di Kasus Sianida, Pengacara Saksi: Lando Jangan Cuci Tangan

Sebarkan artikel ini
Yosep Ismail
Yosep Ismail S.H., penasehat hukum salah satu saksi dalam kasus dugaan penyelundupan sekitar tiga ton sianida asal Filipina,(foto Istimewa).

Kontras.id, (Gorontalo) – Penasehat hukum salah satu saksi dalam kasus dugaan penyelundupan sekitar tiga ton sianida asal Filipina, Yosep Ismail S.H., menyoroti pengakuan FL alias Lando terkait perkara tersebut.

Ia meminta Lando tidak lepas tangan atas dugaan keterlibatannya dalam proses pemindahan barang ilegal yang diamankan di perairan Gorontalo Utara.

Barang tersebut diamankan tim gabungan TNI Angkatan Laut dan Bea Cukai di perairan Pulau Bugisa dan Pulau Lampu, Kabupaten Gorontalo Utara pada Senin, 21 September 2026 sekitar pukul 02.30 WITA.

Yosep menilai, keterangan Lando berbeda dengan penjelasan yang disampaikan kliennya, yang saat ini berstatus sebagai saksi dalam perkara tersebut.

“FL alias Lando jangan cuci tangan. Anak buah kapal (ABK) yang diamankan, termasuk klien kami, mengaku tidak pernah mengetahui siapa pemilik barang tersebut,” tegas Yosep kepada Kontras.id, Selasa 13/10/2026.

Menurut Yosep, berdasarkan keterangan kliennya, para ABK hanya menjalankan perintah untuk memindahkan barang dari sebuah kapal di tengah laut. Perintah tersebut, kata dia, diberikan oleh Lando.

“Menurut keterangan klien kami, yang memerintahkan mereka untuk memindahkan dan mengangkut barang ilegal tersebut adalah Lando,” ungkap Yosep.

Ia menegaskan, dugaan adanya perintah tersebut perlu menjadi perhatian dalam penanganan perkara. Menurutnya, pihak yang diduga memberikan perintah juga perlu dimintai pertanggungjawaban sesuai peran dan bukti yang ditemukan penyidik.

“Sehingga Lando harus bertanggung jawab. Jangan cuci tangan terhadap anak buah yang diperintah, sementara hari ini salah satunya sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Yosep.

Yosep berharap, penanganan kasus ini tidak hanya berfokus pada para ABK yang berada di lapangan, tetapi juga menelusuri pihak-pihak yang diduga memiliki peran dalam pengangkutan sianida tersebut. Namun, dugaan keterlibatan setiap pihak tetap perlu dibuktikan melalui proses hukum.

Baca Juga:
Bantah Terlibat Penyelundupan 3 Ton Sianida, Lando Ungkap Pemilik Barang Wisye

Sebelumnya, FL alias Lando membantah terlibat dalam dugaan penyelundupan sekitar 3 ton sianida asal Filipina yang diamankan tim gabungan TNI Angkatan Laut dan Bea Cukai di perairan sekitar Pulau Bugisa dan Pulau Lampu, Kabupaten Gorontalo Utara pada Senin, 21 September 2026 sekitar pukul 02.30 WITA.

Meski membantah terlibat dalam perkara tersebut, Lando mengakui sempat mendatangi kantor TNI Angkatan Laut setelah dihubungi oleh WP alias Wisye, yang disebutnya sebagai pemilik barang. Kedatangannya, menurut Lando, hanya untuk membantu menyampaikan komunikasi antara Wisey dan pihak TNI AL.

Lando menjelaskan, Wisey menghubunginya setelah penangkapan terjadi. Ia mengaku dimintai bantuan karena memiliki hubungan baik dengan sejumlah anggota TNI AL yang selama ini bekerja sama dengan usaha pariwisata yang dikelolanya.

“Yang tangkap itu kebetulan anggota TNI Angkatan Laut yang jaga di pulau wisata saya. Saat ketangkap, pemilik barang WP alias Wisye minta tolong ke saya untuk mengkomunikan karena saya memiliki hubungan baik dengan TNI Angkatan Laut karena ada kerjamasama dengan mereka,” ujar Lando, Minggu 11 Okotber 2026.

Ia mengungkapkan, permintaan tersebut membuatnya mendatangi kantor TNI AL pada pagi hari setelah penangkapan. Lando mengklaim kehadirannya bukan untuk mengurus atau mengamankan barang yang ditangkap, melainkan sebatas menjadi penghubung komunikasi.

“Terus Wisye yang punya barang ini telepon saya untuk minta bantu untuk kominikasikan barang sianida yang ketangkap ini. Nah, paginya saya ke kantor Angkatan Laut untuk jadi komunikator. Sampainya disana saya sampaikan bahwa kedatangan saya ini untuk mengkomunikasikan barang ini,” kata Lando.

Ia juga mengaku sempat menjelaskan maksud kedatangannya kepada anggota TNI AL yang berada di lokasi. Ia menyebut sejumlah anggota sempat terkejut melihat dirinya datang, sehingga ia kembali menegaskan bahwa kehadirannya atas permintaan Wisye.

“Sampai-sampai Anggota TNI Angkatan Laut kaget kok saya ada di sana, jadi saya sampaikan bahwa saya hanya diminta tolong oleh pemilik barang untuk komunikasikan ke dalam khusunya ke Angkatan laut terkait baik dan buruknya persoalan tersebut,” ungkap Lando.

Share:  
Example 120x600