Kontras.id, (Gorontalo) – Kursi anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Ance Robot, yang disebut telah kosong selama dua bulan lebih kini menjadi sorotan publik.
Kali ini, aktivis Gorontalo, Naviq Gobel, mempertanyakan sikap Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Gorontalo yang dinilai belum memberikan penjelasan terbuka kepada publik.
Menurut Naviq, persoalan tersebut semestinya tidak dibiarkan berlarut-larut, apalagi menyangkut kehadiran seorang wakil rakyat dalam berbagai agenda lembaga. Ia menilai BK memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap informasi mengenai disiplin anggota DPRD ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
“BK seharusnya bisa memberikan penjelasan kepada publik. Jangan sampai masyarakat lebih dulu bertanya-tanya, kemudian setelah persoalannya ramai baru semua pihak sibuk memberikan klarifikasi,” kata Naviq kepada Kontras.id, Rabu 26/08/2026.
Ia menegaskan, kehadiran anggota DPRD bukan sekadar persoalan tanda tangan di daftar absensi. Di balik sebuah kursi yang kosong dalam agenda kedewanan, terdapat mandat masyarakat yang telah memberikan kepercayaan politik kepada wakilnya.
“Ini bukan hanya soal absen atau tidak absen. Ada tanggung jawab terhadap masyarakat. Ketika seorang wakil rakyat tidak terlihat dalam waktu yang cukup lama, tentu wajar jika publik mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Naviq.
Naviq pun mempertanyakan apakah BK DPRD telah melakukan penelusuran terhadap informasi mengenai ketidakhadiran Ance Robot selama dua bulan lebih tersebut. Menurutnya, apabila terdapat aturan dan mekanisme yang mengatur disiplin anggota dewan, masyarakat berhak mengetahui bagaimana aturan itu dijalankan.
“Kalau memang sudah ada penelusuran atau pemeriksaan secara internal, sampaikan kepada publik sejauh mana prosesnya. Kalau belum, publik juga perlu mengetahui langkah apa yang akan ditempuh. Jangan sampai BK justru terlihat diam ketika masyarakat membutuhkan penjelasan,” tegas Naviq.
Lebih lanjut, Naviq mengungkapkan bahwa pihaknya menerima informasi mengenai alasan ketidakhadiran Ance Robot yang disebut sedang menjalani pengobatan di Malaysia. Namun, ia mengatakan terdapat pula informasi lain yang menyebut keberadaan yang bersangkutan di negeri jiran itu hanya berlangsung sekitar dua minggu.
“Nah, kalau informasinya berobat di Malaysia hanya sekitar dua minggu, lalu bagaimana dengan waktu selebihnya? Karena yang menjadi pertanyaan adalah ketidakhadirannya disebut sudah berlangsung dua bulan lebih. Ini yang perlu dijelaskan agar tidak menimbulkan tanda tanya,” kata Naviq.
Ia menekankan bahwa informasi tersebut perlu diklarifikasi oleh pihak yang memiliki kewenangan maupun oleh yang bersangkutan, sehingga tidak berkembang menjadi asumsi sepihak. Menurut Naviq, keterbukaan justru penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga DPRD.
Bagi Naviq, BK memiliki posisi strategis dalam menjaga marwah, etika, dan kedisiplinan internal DPRD Provinsi Gorontalo. Karena itu, sikap yang dinilai minim penjelasan berpotensi membuat publik bertanya-tanya mengenai sejauh mana fungsi pengawasan internal dijalankan.
“BK jangan menunggu keadaan menjadi ribut dulu baru kemudian bergerak. Sebagai lembaga yang berkaitan dengan kehormatan dan kedisiplinan anggota DPRD, tentu publik berharap ada langkah dan penjelasan yang jelas,” ujar Naviq.
Naviq meminta BK DPRD Provinsi Gorontalo segera memberikan kepastian mengenai langkah yang telah maupun akan ditempuh terkait persoalan tersebut. Menurutnya, klarifikasi resmi diperlukan agar informasi yang berkembang di tengah masyarakat tidak terus bergulir menjadi spekulasi.
Kontras.id telah mencoba menghubungi Wakil Ketua BK DPRD Provinsi Gorontalo via pesan WhatsApp untuk meminta tanggapannya terhadap kritikan yang disampaikan AktivisGorontalo, Naviq Gobel. Namun hingga berita ditulis, pesan awak media ini belum direspos oleh Umar Kamir.
Baca Juga:
Ance Robot Dua Bulan Tak Terlihat di DPRD Gorontalo, Fraksi PDI-P Beri Penjelasan
Sebelumnya, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Ance Robot, menjadi sorotan setelah muncul informasi mengenai ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda kedewanan selama lebih dari dua bulan.
Berdasarkan informasi yang diterima Kontras.id, politikus Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) tersebut disebut tidak terlihat mengikuti sejumlah rapat di DPRD Provinsi Gorontalo, baik rapat komisi maupun rapat paripurna.
Informasi mengenai ketidakhadiran Ance Robot tidak serta-merta dapat disimpulkan sebagai bentuk mangkir tanpa alasan. Sebab, pimpinan Fraksi PDI-P DPRD Provinsi Gorontalo menyebut Ance tengah menjalani pengobatan di luar negeri.
Ketua Fraksi PDI-P DPRD Provinsi Gorontalo, Venny Rosdiana Anwar ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengatakan bahwa Ance Robot saat ini berada di Penang, Malaysia.
Menurut Venny, Ance berada di Penang untuk menjalani pengobatan dan telah memiliki surat keterangan dari dokter.
“Pak Ance tidak masuk kantor karena sakit, beliau berobat ke Penang Dan ada surat sakit dari dokter,” kata Venny pada Senin, 24 Agustus 2026.












