Kontras.id, (Pohuwato) – Suasana perayaan kemerdekaan di Kecamatan Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato, berlangsung meriah. Ratusan pelajar dari jenjang SD, SMP, hingga SMA turun ke jalan mengikuti Merdeka Fun Run yang digagas Polsek Popayato Barat, Sabtu 22/08/2026.
Bukan sekadar berlari mengejar garis finis, kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan antara aparat kepolisian, pelajar, dan masyarakat. Semangat olahraga berpadu dengan keceriaan warga dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolsek Popayato Barat, IPTU Ilham Siplizand itu dikemas dengan suasana santai namun tetap membawa pesan kebangsaan. Menurutnya, menanamkan rasa cinta tanah air tidak selalu harus melalui kegiatan formal dan seremonial.
“Kami ingin merayakan kemerdekaan dengan cara yang membumi. Bukan cuma mencari pemenang, tapi membangun kebersamaan dan sportivitas,” ujar IPTU Ilham di sela-sela kegiatan.
Merdeka Fun Run juga memiliki momentum tersendiri karena dirangkaikan dengan peringatan Hari Juang Polri yang diperingati setiap 21 Agustus. Dua momentum tersebut dipadukan melalui kegiatan olahraga yang membawa pesan persatuan, nasionalisme, serta semangat pengabdian.
Sepanjang lintasan, suasana semakin semarak. Sorakan peserta dan dukungan warga terdengar mengiringi langkah para pelajar yang mengikuti kegiatan tersebut. Lari pun tak lagi sekadar soal siapa yang tercepat, tetapi tentang bagaimana semangat kebersamaan dibangun di tengah masyarakat.
Bagi kepolisian, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk membangun kedekatan dengan pelajar sebagai generasi penerus bangsa. Pendekatan melalui olahraga dinilai dapat menciptakan suasana yang lebih akrab sekaligus membuka ruang interaksi positif antara polisi dan generasi muda.
Ilham menilai olahraga memiliki peran penting dalam membentuk karakter pelajar, terutama dalam menanamkan kedisiplinan, sportivitas, kebersamaan, dan kecintaan terhadap tanah air sejak usia dini.
Dengan kemasan yang jauh dari kesan kaku, Merdeka Fun Run menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan tidak selalu harus hadir melalui podium dan upacara. Di Popayato Barat, semangat itu justru berlari bersama para pelajar, menyusuri jalan, dan disambut sorak warga.











