Kontras.id, (Boalemo) – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Dusun III Sambati, Desa Dulupi, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo, diduga masih terus berlangsung.
Dugaan tersebut menjadi sorotan publik setelah video dan foto aktivitas tambang ilegal itu viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, tampak sejumlah alat berat jenis ekskavator sedang beraktivitas di pertambangan ilegal tersebut. Kemunculan rekaman tersebut memicu reaksi pertanyaan terkait keseriusan aparat penegak hukum dalam menghentikan praktik tambang ilegal di wilayah tersebut.
Video dan foto tersebut berasal dari akun Facebook Anton Joo. Melalui akun pribadinya, ia mengunggah dokumentasi aktivitas PETI tersebut disertai keterangan yang menyebut lokasi kejadian berada di Kabupaten Boalemo.
“Di boalemo. Co bakomen kamri kamu heo ba bilng lapar itu?” ujar Anton seperti dilansir Kontras.id, Kamis 23/07/2026.
Tak hanya mengunggah video, Anton juga secara terbuka menantang Polda Gorontalo, Tim Resmob Butota Polres Boalemo, serta Kapolres Boalemo yang baru, AKBP Firman Taufik agar segera mengambil langkah tegas terhadap aktivitas tambang ilegal tersebut.
“#Respon polda gorontalo. Tim Butota Polres Boalemo barni kapolres baru ini i ba tertibkan tmbng ini?” imbuh Anton.
Menurut Anton, tantangan itu sengaja disampaikan karena ia menduga terdapat pihak-pihak tertentu yang memiliki pengaruh kuat sehingga aktivitas pertambangan ilegal tersebut masih tetap berjalan.
“Tantangan buat kapores baru. krna ada beberpa orang yg twridikSi dp bek kuat inisial A.I,” ungkap Anton.
Menindaklanjuti informasi yang beredar, Kontras.id telah berupaya mengonfirmasi kepada Kapolres Boalemo, AKBP Firman Taufik, melalui pesan WhatsApp terkait dugaan masih beroperasinya PETI di Dusun III Sambati.
Namun hingga berita ini ditulis, pesan yang dikirimkan awak media ini belum memperoleh tanggapan dari AKBP Firman Taufik.














