Kontras.id, (Boltara) – Lapangan Inomasa, Kecamatan Bintauna tidak sekadar menjadi lokasi halal bihalal. Di tempat ini, Wakil Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Moh. Aditya Pontoh, mengirimkan pesan kuat bahwa tidak ada lagi ruang bagi perbedaan di tengah masyarakat.
Kegiatan halal bihalal pemerintah kecamatan bersama masyarakat se-Kecamatan Bintauna berlangsung meriah, Kamis 09/04/2025. Sejak awal acara, suasana kebersamaan dan kekeluargaan terasa begitu kental.
Wabup Boltara hadir didampingi Ketua TP PKK, Ening Sutrisni Lasena Adam, serta Sekretaris TP PKK, Moy Olivia Pontoh Mamonto.
Rombongan kemudian meninjau berbagai stand yang didirikan oleh desa, sekolah, hingga puskesmas. Beragam makanan khas disajikan, mencerminkan kekompakan lintas sektor di wilayah tersebut.
Selain itu, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan kepada masyarakat penerima manfaat sebagai bentuk kepedulian pemerintah.
Halal bihalal ini turut diisi ceramah agama oleh Abdul Haq Daeng Taleba yang mengangkat makna saling memaafkan serta pentingnya keikhlasan dalam kehidupan sosial.
Tidak hanya itu, sosialisasi program pascasarjana dari IAIN Sultan Amai Gorontalo turut menjadi nilai tambah, membuka peluang peningkatan pendidikan bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Wabup tidak hanya menyampaikan pesan seremonial. Ia berbicara secara terbuka mengenai kondisi sosial masyarakat pasca momentum politik.
Menurutnya, halal bihalal menjadi ruang strategis untuk mempertemukan seluruh elemen masyarakat yang sebelumnya mungkin terpisah.
“Hari ini semua sudah selesai. Tidak ada lagi perbedaan. Kita satu, Bolaang Mongondow Utara,” tegas Aditya.
Ia menegaskan bahwa kepemimpinan daerah saat ini tidak membeda-bedakan wilayah. Mulai dari Sangkub hingga Pinogaluman, semuanya merupakan bagian dari satu kesatuan pembangunan.
Lebih lanjut, Wabup mengingatkan agar halal bihalal tidak sekadar menjadi agenda tahunan tanpa makna yang mendalam.
Ia menyoroti bahwa meminta maaf mungkin terasa mudah, tetapi memaafkan sering kali jauh lebih sulit. Oleh karena itu, momentum ini harus dimaknai sebagai ruang introspeksi diri.
“Jadikan ini sebagai bahan muhasabah. Lihat ke belakang, perbaiki yang kurang, dan ke depan kita berlomba-lomba dalam kebaikan,” ujar Aditya.
Dalam suasana Idulfitri yang masih terasa, Wabup juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari.
Persatuan, kepedulian, dan kebersamaan disebut sebagai fondasi utama dalam mendukung program pemerintah daerah ke depan.
Ia pun menutup sambutannya dengan ucapan, “Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.”
Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan DPRD Boltara, jajaran TNI, pimpinan OPD, Camat Bintauna, kepala puskesmas, para guru, lurah dan sangadi, organisasi keagamaan, hingga tokoh masyarakat.














