Example floating
Example floating
AdvertorialDaerahEkonomiPemerintahan

Ramadhan Fair Boltara Resmi Ditutup, UMKM Didorong Naik Kelas

×

Ramadhan Fair Boltara Resmi Ditutup, UMKM Didorong Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
Pemkab Boltara
Dr. Hi. Abdul Nazarudin Maloho, S.Pd., M.Si., Asisten Bidang Administrasi Umum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Utara (Boltara) saat menutup rangkaian Ramadhan Fair 2026 pada Minggu, 1 Maret 2026,(foto Istimewa).

Kontras.id, (Boltara) – Dr. Hi. Abdul Nazarudin Maloho, S.Pd., M.Si., Asisten Bidang Administrasi Umum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Utara (Boltara)menutup rangkaian Ramadhan Fair 2026, Minggu 01/03/2026.

Seremoni penutupan diawali tarian khas Boltara yang dibawakan Sanggar Dow. Gerak para penari memecah suasana malam, menghadirkan semangat budaya yang mengantar acara menuju puncaknya.

Di sudut lain Lapangan Kembar Boroko, Kecamatan Kaidipang, sebanyak 20 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bidang kuliner yang sejak awal menjadi peserta masih setia melayani pengunjung. Mereka meladeni warga yang berburu menu berbuka puasa dan jajanan khas Ramadan hingga menjelang akhir acara.

Ramadhan Fair tahun ini mengusung tema “Sejalan Meraih Kemenangan”. Tema tersebut tidak sekadar menjadi slogan, melainkan mencerminkan upaya pemerintah daerah menjadikan kegiatan ini sebagai ruang temu strategis antara pelaku usaha kecil dan pasar yang lebih luas.

Sejak resmi dibuka beberapa hari sebelumnya, stan-stan kuliner nyaris tak pernah sepi. Lonjakan pengunjung terutama terlihat menjelang waktu berbuka, ketika masyarakat memadati area untuk berburu aneka hidangan.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Abdul Nazarudin, pemerintah daerah menegaskan dukungan penuh terhadap kegiatan yang digagas Dinas Pariwisata tersebut. Ramadhan Fair diposisikan bukan hanya sebagai agenda seremonial, tetapi sebagai instrumen nyata untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

“Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Ini adalah wadah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku UMKM,” ujar Abdul Nazarudin.

Pernyataan tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam beberapa tahun terakhir yang menempatkan UMKM sebagai salah satu penopang utama ekonomi daerah.

Event seperti Ramadhan Fair dinilai menjadi panggung promosi yang efektif sekaligus ruang uji daya saing produk lokal agar mampu berkembang dan naik kelas.

Di penghujung acara, Abdul Nazarudin menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba yang digelar sepanjang rangkaian kegiatan. Satu per satu nama dipanggil ke atas panggung, disambut tepuk tangan meriah dari penonton.

Baca Juga: Wabup Boltara Buka Ramadhan Fair 2026 di Boroko

Bagi para peserta, penghargaan itu bukan sekadar simbol kemenangan, tetapi bentuk apresiasi atas kreativitas dan inovasi yang mereka tampilkan selama Ramadhan.

Pemerintah daerah pun berharap durasi pelaksanaan Ramadhan Fair ke depan dapat diperpanjang. Dengan waktu yang lebih lama, interaksi antara pelaku usaha dan konsumen diyakini semakin intens, membuka peluang transaksi yang lebih besar dan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan.

Sejumlah pejabat turut menghadiri penutupan tersebut, di antaranya perwakilan Kapolres Bolaang Mongondow Utara, para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Camat Kaidipang, serta masyarakat yang memadati lapangan hingga acara berakhir.

Share:  
Example 120x600