Kontras.id, (Nasional) – Eks Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menyebut eks Kapolri, Listyo Sigit Prabowo sebagai pelaku kejahatan terjahat.
Hal itu dilontarkan usai kasus dugaan penyadapan ilegal yang dilakukan Listyo Sigit Prabowo terhadap Presiden dan sejumlah tokoh terkuak ke publik.
Dikutip dari akun X pribadinya, Mahfud secara terbuka menyebut tindakan tersebut sebagai titik tergelap dalam sejarah kepolisian.
“Listyo Sigit, Kapolri terlama, pernah mendapat Bintang Mahaputra, dipuji oleh Presiden karena bisa mengerahkan Polri menanam jagung, bahkan oleh pimpinan Komisi III disebut polisi terbaik sepanjang sejarah. Ternyata jadi TSK sebagai pelaku kejahatan terjahat di sepanjang sejarah Polri yakni menyadap kepala negaranya sendiri. Gilaaaa,” tulis Mahfud MD.
Di balik keterkejutannya terhadap manuver ilegal Listyo Sigit, Mahfud menggarisbawahi dan mengapresiasi ketegasan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menilai Presiden telah menunjukkan sikap tanpa kompromi dalam menindak pejabat yang mengkhianati negara, sekalipun mereka adalah sosok-sosok yang berada di lingkaran kekuasaan.
Mahfud membeberkan dua contoh nyata lainnya. Ia menyinggung nama Dadan Hidayana, sosok yang sebelumnya selalu dibela dan dipuji oleh Prabowo, tapi akhirnya digelandang ke pengadilan akibat kasus korupsi besar-besaran MBG.
Baca Juga:
Istana: Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal Jenderal Listyo Sigit Prabowo Masuk Kategori Makar
Selain itu, Mahfud juga menyoroti kasus Febrie Adriansyah. Sosok yang selama ini dilabeli sebagai ‘algojo koruptor’ dan menjadi orang kepercayaan Prabowo itu justru berakhir di meja hijau dengan dakwaan korupsi di atas korupsi.
Melihat deretan orang dekat yang berakhir di tangan hukum, Mahfud memberikan peringatan keras kepada para pejabat pemerintah dan pihak-pihak di sekitar istana.
“Jadi jangan keterlaluan berkorupsiria dan melakukan pengkhianatan, misalnya karena merasa sok dekat dengan Presiden Prabowo. Kalau Anda keterlaluan, ditindak tegas juga kan?” tegasnya.
Sebagai penutup, Mahfud MD memberikan dukungan penuh kepada langkah Presiden dan berharap langkah pembersihan ini terus berlanjut.
“Ayo, Pak Presiden, gembirakan rakyat dengan ketegasan yang lebih banyak lagi,” pungkasnya.










