Kontras.id, (Sangihe) – Pemerintah Kampung Kalurae, Kabupaten Kepulauan Sangihe menyalurkan bantuan pemberdayaan kepada pelaku usaha serta bantuan perlengkapan sekolah bagi anak yatim, Senin 19/10/2026.
Penyerahan bantuan yang berlangsung di Kantor Kapitalaung Kalurae itu menjadi upaya pemerintah kampung memperluas jangkauan manfaat Dana Desa kepada warga yang sebelumnya belum tersentuh bantuan serupa.
Sebanyak 12 penerima manfaat mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan masing-masing. Bantuan tersebut mencakup peralatan untuk dua pelaku usaha perbengkelan, dua pelaku usaha pertukangan, satu nelayan, serta perlengkapan sekolah bagi anak yatim atau anak yang membutuhkan dukungan pendidikan.
Penjabat (Pj) Kapitalaung Kalurae, Benhard Leonard Barahama, menjelaskan bahwa bantuan tersebut bersumber dari APBN melalui Dana Desa tahap II atau pergeseran anggaran tahun 2026. Program ini diarahkan untuk membantu masyarakat mengembangkan usaha sekaligus memberikan dukungan kepada anak-anak yang membutuhkan perlengkapan sekolah.
Kebijakan yang dijalankan Barahama, yang akrab disapa Leo, menyasar sejumlah pelaku usaha yang sebelumnya belum menerima bantuan dari Dana Desa. Selain sektor usaha, pemerintah kampung juga mengalokasikan anggaran untuk membantu kebutuhan perlengkapan sekolah bagi anak-anak yang kehilangan orang tua atau tidak lagi memiliki orang tua lengkap.
Leo berharap bantuan yang telah disalurkan tidak berhenti sebagai penyerahan barang semata, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi penerimanya. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan bantuan secara tepat agar dapat mendukung keberlangsungan usaha maupun membantu kebutuhan pendidikan anak-anak.
“Saya berharap, bantuan yang di berikan dapat benar-benar di manfaatkan dengan baik sebagai sarana penunjang usaha, untuk anak-anak sekolah yang mendapat bantuan perlengkapan semoga dapat sedikit meringankan beban orang tua atau wali” kata Leo.
Ia juga berharap jumlah penerima manfaat dapat ditingkatkan pada masa mendatang. Menurutnya, peluang penambahan penerima bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta kemampuan anggaran kampung agar manfaat Dana Desa dapat dirasakan lebih luas.
Salah satu penerima bantuan, Vanny Patras, pelaku usaha bengkel motor, mengaku bersyukur setelah memperoleh bantuan peralatan perbengkelan. Ia menyebut bantuan tersebut menjadi dukungan berarti bagi usaha yang selama ini dijalankannya, terlebih karena dirinya belum pernah menerima bantuan serupa dari pemerintah kampung.
“Saya mengucapkan terimakasih kepada pemerintah kampung, khusunya PJ.kapitalaung yang menjadikan saya salah satu penerima bantuan ini, sebelumya saya tidak pernah mendapat bantuan untuk usaha saya” jelas Vanny
Sementara itu, Hendrik Tasin, nelayan penerima bantuan perahu jenis pumpboat, mengaku kembali memiliki kesempatan untuk melaut setelah mendapatkan bantuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya dirinya sempat tidak melaut karena tidak mempunyai perahu sendiri dan hanya menggunakan perahu milik orang lain dengan sistem bagi hasil.
“Kami sangat bersyukur mendapatkan bantuan perahu,dulunya ada perahu tapi milik orang lain yang saya pinjam dengan sistim bagi hasi,” kata Hendrik.
Pemerintah Kampung Kalurae diketahui mengalokasikan anggaran sekitar Rp35.500.000 dari APBN Dana Desa tahap II tahun 2026 untuk program tersebut. Anggaran itu digunakan untuk pengadaan satu unit perahu pumpboat, dua paket peralatan pertukangan, dua paket peralatan perbengkelan, serta tujuh paket perlengkapan sekolah bagi anak-anak.
Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri Ketua Majelis Tua-Tua Kampung (MTK) bersama jajaran perangkat Kampung Kalurae. Program ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperluas akses bantuan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat dan mendukung kebutuhan pendidikan anak-anak di kampung tersebut.








