Example floating
Example floating
AdvertorialDaerahPemerintahan

Kemarau Berkepanjangan, Pemkab Gorontalo Gelar Sholat Istisqa Memohon Turunnya Rahmat Allah

×

Kemarau Berkepanjangan, Pemkab Gorontalo Gelar Sholat Istisqa Memohon Turunnya Rahmat Allah

Sebarkan artikel ini
Musim Kemarau
Suasana ratusan jamaah dari berbagai kalangan di kegiatan ibadah Salat Istisqa sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan dilaksanakan di kawasan Taman Menara Limboto, Kabupaten Gorontalo pada Jumat, 31 Juli 2026,(foto Humas Pemkab).

Kontras.id, (Gorontalo) – Musim kemarau yang terus berlangsung mendorong Pemerintah Kabupaten Gorontalo menggelar Salat Istisqa sebagai ikhtiar bersama memohon turunnya hujan, Jumat 31/07/2026.

Kegiatan ibadah tersebut dilaksanakan di kawasan Taman Menara Limboto, dan diikuti ratusan jamaah dari berbagai kalangan.

Sejak pagi hari, masyarakat mulai berdatangan memenuhi lokasi pelaksanaan salat. Sekitar 300 peserta tampak mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh khusyuk. Mereka terdiri dari warga, aparatur sipil negara (ASN), tokoh agama, hingga unsur pemerintah daerah yang bersatu dalam doa memohon keberkahan Allah SWT.

Pelaksanaan Salat Istisqa turut dihadiri Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus, Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo Sugondo Makmur, Ketua TP PKK Kabupaten Gorontalo Ny. Maryam Sofyan Puhi, para asisten, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Kehadiran jajaran pemerintah bersama masyarakat mencerminkan semangat kebersamaan dalam menghadapi dampak musim kemarau yang mulai dirasakan, khususnya terhadap sektor pertanian dan kebutuhan air bersih masyarakat.

Bertindak sebagai imam Salat Istisqa, KH. Karim Busalo memimpin jalannya ibadah, sementara khutbah disampaikan oleh Ustadz KH. Chaerudin Baharudin, M.Ag., yang mengingatkan pentingnya mendekatkan diri kepada Allah SWT di tengah ujian yang sedang dihadapi.

Dalam tausiyahnya, khatib mengajak seluruh jamaah memperbanyak istighfar, mempererat hubungan antarsesama, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat ketakwaan sebagai bagian dari ikhtiar memohon turunnya rahmat dan keberkahan dari Allah SWT.

Suasana haru menyelimuti pelaksanaan ibadah ketika seluruh jamaah secara bersama-sama menengadahkan tangan memanjatkan doa. Harapan agar hujan segera turun dipanjatkan demi mengakhiri kekeringan yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan produktivitas lahan pertanian.

Selain menjadi bentuk penghambaan kepada Sang Pencipta, Salat Istisqa juga menjadi simbol sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam menghadapi kondisi alam yang tidak menentu. Nilai kebersamaan yang terbangun diharapkan mampu memperkuat optimisme masyarakat menghadapi musim kemarau.

Pemkab Gorontalo sendiri terus melakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi dampak kekeringan. Namun demikian, ikhtiar spiritual melalui doa bersama diyakini menjadi pelengkap dari berbagai upaya teknis yang telah dilakukan.

Melalui pelaksanaan Salat Istisqa tersebut, pemerintah berharap hujan segera mengguyur wilayah Kabupaten Gorontalo sehingga ketersediaan air tetap terjaga, lahan pertanian kembali subur, dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik di tengah musim kemarau.

Share:  
Example 120x600