Kontras.id, (Boltara) – Kehadiran fasilitas olahraga FAM Soccer yang berada di Desa Pimpi, Kecamatan Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) mulai memberi dampak nyata bagi masyarakat sekitar. Tidak hanya menjadi tempat berolahraga, kawasan lapangan mini soccer itu kini turut menggerakkan aktivitas ekonomi warga.
Di sepanjang area sekitar lapangan, lapak-lapak kecil milik pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tampak mulai bermunculan. Para pedagang memanfaatkan ramainya pengunjung yang datang untuk bermain maupun sekadar menikmati suasana di kawasan tersebut.
Pantauan Kontras.id pada Minggu 08/03/2026, kawasan FAM Soccer terlihat cukup ramai. Selain pemain yang datang untuk berolahraga, banyak warga yang memilih menghabiskan waktu malam bersama keluarga maupun teman di sekitar lapangan.
Momentum itu dimanfaatkan para pelaku usaha kecil dengan menjajakan beragam produk makanan dan minuman. Mulai dari jajanan ringan, minuman segar, hingga aneka jajanan kekinian tersedia bagi para pengunjung yang datang.
Kehadiran para pedagang tersebut menghadirkan nuansa baru di kawasan FAM Soccer. Jika sebelumnya area itu hanya dikenal sebagai lapangan olahraga, kini aktivitas ekonomi masyarakat mulai tumbuh seiring meningkatnya jumlah pengunjung.
Fasilitas olahraga tersebut diketahui merupakan gagasan Inal Tombinawa sebagai pemilik lapangan FAM Soccer. Sejak awal, pembangunan lapangan mini soccer itu memang tidak hanya ditujukan sebagai sarana olahraga, tetapi juga diharapkan mampu membuka ruang bagi perputaran ekonomi masyarakat.
Menurut Inal Tombimawa, Owner FAM Soccer, hadirnya fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga di sekitar lokasi.
“Alhamdulillah lapangan mini soccer ini sudah bisa direalisasikan. Bukan hanya sebagai tempat olahraga, tetapi juga diharapkan bisa menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar,” ungkap Inal.
Ia menjelaskan, sejak lapangan mulai beroperasi, pergerakan masyarakat di kawasan tersebut semakin meningkat. Kondisi ini kemudian dimanfaatkan para pelaku usaha kecil untuk membuka lapak dan menawarkan berbagai produk kepada para pengunjung.
Dari situ, keberadaan lapangan mini soccer ini mulai memberikan efek berganda bagi masyarakat. Selain menyediakan ruang olahraga, fasilitas tersebut juga mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi di sekitar lokasi.
Tak hanya berdampak pada sektor ekonomi, FAM Soccer juga diharapkan menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda di Kecamatan Bintauna. Lapangan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai tempat latihan hingga penyelenggaraan kompetisi kecil bagi para pecinta sepak bola di daerah itu.
Dengan tersedianya fasilitas yang lebih memadai, potensi anak-anak muda di bidang olahraga diharapkan dapat berkembang secara lebih terarah. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan lahir bibit-bibit atlet sepak bola dari daerah tersebut.
“Harapannya dengan adanya lapangan ini bisa menjadi tempat lahirnya bibit-bibit atlet sepak bola dari daerah kita,” tambah Inal.
Selain membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM, operasional lapangan juga mulai melibatkan tenaga kerja dari masyarakat setempat. Beberapa aktivitas seperti pengelolaan fasilitas, penjagaan hingga pengaturan jadwal pertandingan telah melibatkan pemuda di sekitar lokasi.
Langkah ini dinilai sebagai upaya agar masyarakat lokal dapat ikut merasakan manfaat dari berkembangnya aktivitas di kawasan tersebut. Seiring meningkatnya aktivitas di area FAM Soccer, peluang usaha dan lapangan pekerjaan baru pun diyakini akan terus terbuka bagi masyarakat sekitar.
Kini, kawasan FAM Soccer di Desa Pimpi mulai dikenal sebagai salah satu ruang berkumpul warga di Kecamatan Bintauna. Selain menjadi tempat berolahraga, lokasi tersebut juga menjadi titik pertemuan masyarakat yang ingin bersantai pada malam hari.
Ramainya aktivitas olahraga yang berpadu dengan geliat UMKM perlahan menjadikan kawasan tersebut berkembang sebagai pusat aktivitas baru masyarakat.
Jika dikelola secara berkelanjutan, keberadaan fasilitas olahraga ini diyakini tidak hanya memberi kontribusi bagi perkembangan olahraga daerah, tetapi juga berpotensi menjadi penggerak ekonomi lokal di Kecamatan Bintauna, Kabupaten Boltara.














