Kontras.id, (Gorontalo) -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo menggelar seremoni pisah sambut Komandan Distrik Militer (Dandim) 1315/Gorontalo dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, Jumat 27/02/2026.
Jabatan tersebut resmi diserahterimakan dari Letkol ARH Roma Laksana Yudha.S.AP.M.Sos.M.Han kepada Letkol Inf Julius Jongen Matakena,S.H.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud penghormatan atas dedikasi dan pengabdian pejabat lama sekaligus penyambutan kepada pejabat baru. Sinergi antara pemerintah daerah dan jajaran TNI selama ini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah.
Selama kurang lebih delapan bulan menjabat, Letkol ARH Roma Laksana Yudha dinilai mampu membangun koordinasi yang solid bersama pemerintah daerah dan unsur terkait lainnya. Kehadirannya memberi warna tersendiri dalam mendukung berbagai agenda strategis di Kabupaten Gorontalo.
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang telah diberikan selama masa tugasnya.
Menurutnya, meskipun waktu pengabdian relatif singkat, dampak yang dirasakan masyarakat cukup signifikan.
“Memang terlihat sangat singkat, namun telah banyak kontribusi besar yang diberikan oleh Pak Roma kepada masyarakat Kabupaten Gorontalo,” ungkap Sofyan.
Ia menambahkan, kolaborasi yang terbangun antara Kodim 1315/Gorontalo dan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keamanan serta mendukung program pembangunan yang berjalan di tengah masyarakat.
Selanjutnya, Letkol Arh Roma Laksana Yudha. S.AP.M.Sos.M.Han akan melanjutkan tugas dan tanggung jawab di Mabes TNI. Pemerintah daerah bersama masyarakat pun menyampaikan doa serta harapan agar sukses dalam mengemban amanah barunya.
Sementara itu, kehadiran Letkol Inf Julius Jongen Matakena, S.H bersama istri sebagai Dandim 1315/Gorontalo yang baru disambut dengan penuh keakraban. Ia diharapkan mampu meneruskan sinergi yang telah terjalin serta menghadirkan energi baru dalam memperkuat peran TNI di daerah.
Pemkab Gorontalo optimistis, kepemimpinan yang baru akan tetap sejalan dengan visi pembangunan daerah, sehingga kolaborasi antara pemerintah dan TNI dapat terus terjaga demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.














