Example floating
Example floating
DaerahPeristiwaTokoh

Hadiri Doa Hari Ketujuh Almarhum Hamdan Datunsolang, Thariq: Kekuasaan Milik Allah

×

Hadiri Doa Hari Ketujuh Almarhum Hamdan Datunsolang, Thariq: Kekuasaan Milik Allah

Sebarkan artikel ini
Bupati Gorontalo Utara
Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu sedang menyampaikan tausiah saat doa tahlilan hari ketujuh wafatnya Hamdan Datunsolang di Desa Talaga, Kecamatan Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) pada Minggu, 1 Maret 2026,(foto Istimewa).

Kontras.id, (Boltara) – Suasana haru menyelimuti Desa Talaga, Kecamatan Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), saat keluarga dan masyarakat menggelar tahlilan hari ketujuh wafatnya Hamdan Datunsolang, Minggu 01/03/2026.

Acara tersebut turut dihadiri Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, yang diminta langsung oleh keluarga untuk menyampaikan tausiah. Kehadirannya disambut hangat oleh jamaah dan keluarga almarhum.

Dalam ceramahnya, Thariq menegaskan bahwa seluruh kekuasaan sejatinya berada dalam genggaman Allah. Ia mengutip Surah Al-Mulk sebagai pengingat bahwa jabatan, kedudukan, dan kehidupan hanyalah titipan yang suatu saat akan kembali kepada Sang Pemilik.

“Tabarakalladzi biyadihil mulk. Kekuasaan itu ada di tangan Allah,” ujar Thariq di hadapan jamaah.

Menurut dia, kematian harus dimaknai sebagai momentum refleksi diri. Setiap manusia, katanya, pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta dan mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatannya selama hidup di dunia.

Jamaah pun diajak untuk terus memperbaiki kualitas ibadah serta memperbanyak kebaikan dalam kehidupan sehari-hari, sebagai bekal saat menghadap Allah SWT.

Kenangan tentang almarhum turut disampaikan dalam tausiah tersebut. Masa ketika Hamdan dipercaya sebagai Penjabat (Pj) Bupati Gorontalo Utara disebut sebagai bagian penting dari perjalanan pengabdiannya sebelum memimpin Boltara secara definitif.

Dedikasi almarhum dalam melayani masyarakat dinilai telah meninggalkan kesan mendalam dan jejak pengabdian yang tak mudah dilupakan.

“Aksanuh amala almarhum itulah yang mempertemukan kita hari ini,” kata Thariq.

Ia menambahkan, hubungan baik yang dibangun almarhum semasa hidup menjadi alasan banyaknya masyarakat yang hadir untuk mendoakan kepergiannya. Kebersamaan malam itu menjadi bukti bahwa kebaikan akan selalu dikenang.

Kepada keluarga yang ditinggalkan, penguatan dan doa disampaikan agar tetap tabah menghadapi ujian. Kesabaran disebut sebagai kunci utama dalam menerima setiap ketentuan Ilahi dengan lapang dada.

“Salawatun birabbihim. Orang-orang yang sabar akan mendapat rahmat dari Rabb-nya,” tandas Thariq.

Di Desa Talaga, Kecamatan Bintauna, doa tujuh hari kepergian Hamdan Datunsolang pun dikenang sebagai momen refleksi tentang kekuasaan, pengabdian, serta kefanaan hidup yang tak bisa dihindari siapa pun.

Share:  
Example 120x600