Example floating
Example floating
AdvertorialDaerahKesehatanPemerintahan

Dyspepsia Puncaki Kunjungan RSUD Bintauna, Hipertensi dan Diabetes Menyusul

×

Dyspepsia Puncaki Kunjungan RSUD Bintauna, Hipertensi dan Diabetes Menyusul

Sebarkan artikel ini
Direktur RSUD Bintauna
Direktur RSUD Bintauna, dr. Viera R. Sendow dengan latar gedung RSUD di Desa Pimpi, Kecamatan Bintauna, Kabupaten Bolmut,(foto Isitmewa).

Kontras.id, (Bolmut) – Gangguan pencernaan atau dyspepsia menjadi diagnosis dengan jumlah kunjungan tertinggi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), selama periode Januari hingga September 2026. Berdasarkan data rumah sakit, diagnosis tersebut tercatat sebanyak 185 kunjungan dalam sembilan bulan.

Data yang diperoleh Kontras.id melalui konfirmasi Direktur RSUD Bintauna, dr. Viera R. Sendow mencakup pelayanan rawat jalan, instalasi gawat darurat (IGD), dan rawat inap. Catatan tersebut menggambarkan sejumlah diagnosis yang paling banyak ditemukan dalam pelayanan rumah sakit selama periode tersebut.

Setelah dyspepsia, hipertensi atau tekanan darah tinggi menempati urutan kedua dengan 167 kunjungan. Sementara itu, infeksi akut saluran pernapasan atas berada di posisi ketiga dengan 147 kunjungan.

Di urutan berikutnya, diabetes melitus tipe 2 atau kencing manis tercatat sebanyak 103 kunjungan. Adapun nasofaringitis akut atau selesma menempati posisi kelima dengan 95 kunjungan.

Selain lima diagnosis teratas tersebut, data rumah sakit mencatat diabetes melitus yang jenisnya tidak ditentukan sebanyak 27 kunjungan. Gangguan jaringan lunak lainnya juga masuk dalam daftar dengan jumlah 26 kunjungan.

Gastritis dan duodenitis, yaitu peradangan pada lambung dan usus dua belas jari, masing-masing kelompok penyakit tersebut tercatat dalam kategori diagnosis dengan jumlah 19 kunjungan. Penyakit asam urat juga mencatat angka yang sama, yakni 19 kunjungan.

Sementara itu, gangguan fungsi vestibular yang berkaitan dengan sistem keseimbangan tubuh menempati urutan kesepuluh. Diagnosis tersebut tercatat sebanyak 15 kunjungan selama Januari hingga September 2026.

Secara keseluruhan, sepuluh diagnosis penyakit menonjol tersebut mencatat total 803 kunjungan selama sembilan bulan pertama 2026. Angka ini merupakan akumulasi kunjungan berdasarkan kelompok diagnosis yang tercantum dalam data rumah sakit.

Berdasarkan rincian jenis kelamin, pasien perempuan mencatat jumlah kunjungan lebih tinggi dibandingkan laki-laki pada sejumlah kelompok diagnosis. Perbedaan tersebut terlihat, antara lain, pada kasus hipertensi dan diabetes melitus tipe 2.

Pada kasus hipertensi, tercatat 103 kunjungan pasien perempuan, sedangkan laki-laki sebanyak 64 kunjungan. Sementara itu, pada diabetes melitus tipe 2, jumlah kunjungan perempuan mencapai 80, jauh lebih tinggi dibandingkan laki-laki yang tercatat sebanyak 23 kunjungan.

Untuk diagnosis dyspepsia, selisih kunjungan antara perempuan dan laki-laki relatif tipis. Pasien perempuan mencatat 94 kunjungan, sedangkan pasien laki-laki sebanyak 91 kunjungan. Adapun pada infeksi akut saluran pernapasan atas, jumlah kunjungan perempuan mencapai 85 dan laki-laki sebanyak 62 kunjungan.

Meski demikian, angka tersebut merupakan jumlah kunjungan berdasarkan kelompok diagnosis, bukan jumlah individu yang berbeda. Artinya, pasien yang datang berulang kali untuk mendapatkan pelayanan dapat tercatat lebih dari satu kali dalam data tersebut.

RSUD Bintauna berlokasi di Desa Pimpi, Kecamatan Bintauna, Kabupaten Bolmut. Data yang dikonfirmasi kepada Direktur RSUD Bintauna, dr. Viera R. Sendow memberikan gambaran mengenai jenis diagnosis yang banyak tercatat dalam pelayanan rumah sakit selama Januari hingga September 2026.

Namun, tingginya jumlah kunjungan pada diagnosis tertentu tidak serta-merta menjelaskan penyebabnya ataupun menunjukkan prevalensi penyakit di seluruh masyarakat Bolmut. Data tersebut terbatas pada catatan pelayanan RSUD Bintauna sehingga diperlukan informasi tambahan untuk mengetahui faktor yang memengaruhi pola kunjungan pasien.

Share:  
Example 120x600