Example floating
Example floating
AdvertorialDaerahKesehatanPemerintahan

Enam Jam Tempuh Manado, Bolmut Masih Bergantung untuk Pemeriksaan Laboratorium Kesehatan

×

Enam Jam Tempuh Manado, Bolmut Masih Bergantung untuk Pemeriksaan Laboratorium Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Plt Bupati Bolmut
Jajaran Pemkab Bolmut saat beraudiensi dengan Kemkes di Manado pada Kamis, 5 November 2026,(foto Istimewa).

Kontras.id, (Bolmut) – Keterbatasan fasilitas kesehatan masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut).

Hingga kini, daerah tersebut belum memiliki Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), sehingga pemeriksaan spesimen kesehatan masih harus dikirim ke Manado dengan waktu perjalanan mencapai enam hingga tujuh jam.

Kondisi ini menjadi salah satu persoalan mendasar yang disampaikan Pemkab Bolmut kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam audiensi, Kamis 05/11/2026. Pemerintah daerah berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat pemenuhan fasilitas kesehatan yang selama ini belum tersedia.

Plt Bupati Bolmut, Mohammad Aditya Pontoh membawa sejumlah usulan strategis dalam pertemuan tersebut. Usulan itu mencakup pembangunan laboratorium kesehatan, peningkatan infrastruktur rumah sakit, pengadaan peralatan medis, hingga pembenahan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.

Kebutuhan tersebut dinilai mendesak mengingat Bolmut memiliki wilayah seluas 1.856,86 kilometer persegi dengan jumlah penduduk mencapai 88.993 jiwa yang tersebar di enam kecamatan. Luasnya cakupan wilayah membuat ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai menjadi faktor penting dalam menjamin akses pelayanan bagi masyarakat.

Saat ini, Bolmut memiliki dua rumah sakit umum daerah (RSUD), yakni RSUD Bintauna dan RSUD Bolangitang yang pembangunannya tengah berlangsung melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Selain itu, tersedia 12 puskesmas, 21 puskesmas pembantu (Pustu), 32 pos kesehatan desa (Poskesdes), serta 19 unit ambulans.

Meski demikian, jumlah fasilitas tersebut masih membutuhkan penguatan agar mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan secara menyeluruh.

Di sektor rumah sakit, pemerintah daerah mengusulkan pembangunan gedung Central Sterile Supply Department (CSSD), fasilitas radiologi, ruang isolasi, instalasi farmasi, gedung pemulasaran jenazah, hingga rumah dinas tenaga kesehatan. Pemkab juga mengajukan pengadaan peralatan kesehatan emergensi, ambulans, dan berbagai perangkat medis untuk menunjang operasional RSUD Bolangitang yang sedang dibangun.

Kebutuhan pembenahan juga menyentuh fasilitas kesehatan tingkat pertama. Sejumlah puskesmas yang rata-rata telah berusia lebih dari 12 tahun membutuhkan renovasi. Pemerintah daerah turut mengusulkan pembangunan maupun perbaikan tujuh Pustu yang mengalami kerusakan kategori sedang hingga berat.

Tak hanya bangunan dan peralatan medis, Pemkab Bolmut juga mengusulkan fasilitas pendukung berupa ambulans transportasi, mobil jenazah, pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di enam puskesmas, serta pengadaan insinerator untuk dua RSUD. Penambahan dokter spesialis juga menjadi perhatian untuk memperkuat pelayanan di RSUD Bintauna dan RSUD Bolangitang.

Berbagai kebutuhan tersebut diharapkan memperoleh dukungan Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan dan Direktorat Jenderal Kesehatan Primer Kemenkes RI. Saat ini, Dinas Kesehatan Bolmut masih melengkapi dokumen serta data pendukung untuk diunggah melalui sistem KOMDAT Pembangunan Infrastruktur Kemenkes RI.

Dalam audiensi itu, Aditya didampingi Asisten III Bidang Administrasi Umum, sejumlah kepala OPD terkait, serta Direktur Utama RSUD Pratama Bintauna. Pemerintah daerah berharap dukungan pusat dapat mempercepat pemerataan fasilitas kesehatan sehingga masyarakat Bolmut tidak terus bergantung pada layanan laboratorium maupun fasilitas medis di luar daerah.

Share:  
Example 120x600