Kontras.id, (Manado) – Peta politik Sulawesi Utara kembali bergerak setelah Johannes Victor Mailangkay memutuskan meninggalkan Partai NasDem. Keputusan tersebut disampaikan pada Selasa, 29 September 2026, sekaligus menandai berakhirnya kiprah Victor sebagai Ketua DPW Partai NasDem Sulut.
Surat pengunduran diri itu diserahkan langsung kepada Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di NasDem Tower, Jakarta. Langkah tersebut membuat keputusan Victor bukan sekadar pergantian posisi dalam struktur partai, tetapi menjadi perkembangan politik yang menarik perhatian karena dirinya saat ini masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Utara.
Victor menyebut keputusan tersebut berkaitan dengan persoalan hubungan kerja di internal NasDem Sulut. Sejumlah pemberitaan menyebut Victor merasa tidak lagi seirama dengan pola kerja Felly Estelita Runtuwene yang memiliki posisi di DPP NasDem dan menjadi koordinator wilayah Sulut.
Namun, setelah keluar dari NasDem, pertanyaan politik yang kemudian muncul adalah ke mana arah perjalanan politik Victor berikutnya.
Gerindra Menjadi Salah Satu Kemungkinan
Salah satu kemungkinan yang mulai diperbincangkan adalah Partai Gerindra. Namun hingga saat ini, kepindahan Victor ke partai tersebut belum dapat dipastikan sebagai keputusan final.
Ada alasan mengapa Gerindra kemudian menjadi salah satu partai yang dikaitkan dengan langkah politik Victor.
Victor dan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling sebelumnya merupakan pasangan pada Pilkada Sulut 2024. Yulius diusung Gerindra, sementara Victor saat itu merupakan kader NasDem. Pasangan tersebut kemudian memimpin pemerintahan Sulawesi Utara periode 2025-2030.
Dengan posisi tersebut, kemungkinan Victor bergabung ke Gerindra secara politik tentu akan menjadi perkembangan yang menarik untuk dicermati. Tetapi, sejauh informasi yang terkonfirmasi, belum ada pernyataan resmi bahwa Victor telah menjadi kader Gerindra.
Jika hal itu benar-benar terjadi di kemudian hari, konsekuensinya bukan hanya menyangkut perpindahan kendaraan politik, tetapi juga akan mengubah konfigurasi hubungan politik antara unsur eksekutif Pemprov Sulut dengan partai politik pendukung pemerintahan.
Karena itu, spekulasi mengenai Gerindra perlu ditempatkan sebagai kemungkinan, bukan kesimpulan.
Golkar dan Jejak Politik Masa Lalu
Selain Gerindra, Partai Golkar juga memiliki hubungan historis dengan perjalanan politik Victor.
Sebelum bergabung dengan NasDem, Victor merupakan bagian dari Partai Golkar dan telah membangun karier politiknya sejak era 1980-an. Ia pernah menduduki sejumlah posisi struktural di Golkar Sulawesi Utara dan beberapa kali menjadi anggota DPRD, baik di tingkat Kota Manado maupun Provinsi Sulawesi Utara.
Rekam jejak tersebut membuat Golkar tetap menjadi bagian dari peta kemungkinan yang secara historis relevan. Namun, sama seperti Gerindra, belum terdapat pernyataan resmi yang memastikan bahwa Victor akan kembali ke partai berlambang pohon beringin tersebut.
Artinya, dua nama partai tersebut masih berada dalam ruang analisis politik, sementara keputusan Victor berikutnya tetap menjadi hak politik yang bersangkutan.
Dari NasDem ke Mana?
Pengunduran diri Victor sekaligus memperlihatkan bahwa peta politik Sulawesi Utara masih sangat dinamis.
Victor bukan pendatang baru dalam politik daerah. Perjalanan politiknya dimulai sejak dekade 1980-an dan kemudian berlanjut ke NasDem. Pada 2022, ia dipercaya menjadi Ketua DPW NasDem Sulut. Dalam Pilkada 2024, Victor kemudian maju sebagai calon wakil gubernur mendampingi Yulius Selvanus.
Karena itu, keluarnya Victor dari NasDem berpotensi memiliki konsekuensi lebih luas dibanding sekadar pergantian kepemimpinan partai di tingkat wilayah.
Yang menjadi perhatian bukan hanya siapa yang akan mengisi posisi Ketua DPW NasDem Sulut, tetapi juga bagaimana jaringan politik Victor akan bergerak setelah dirinya tidak lagi berada di bawah bendera NasDem.
Di sisi lain, keputusan untuk menyerahkan surat pengunduran diri secara langsung kepada Surya Paloh menunjukkan bahwa proses keluarnya Victor dilakukan melalui jalur formal partai. Fakta tersebut menjadi bagian penting dalam membaca langkah politiknya tanpa harus terlebih dahulu menarik kesimpulan mengenai kendaraan politik berikutnya.
Menunggu Langkah Berikutnya
Dalam politik, perpindahan partai bukan sesuatu yang baru. Namun, posisi Victor sebagai Wakil Gubernur Sulut membuat setiap langkah politiknya memiliki bobot tersendiri.
Untuk saat ini, yang sudah terkonfirmasi adalah Victor telah meninggalkan NasDem. Sementara mengenai apakah ia akan bergabung dengan Gerindra, kembali ke Golkar, bergabung dengan partai lain, atau mengambil pilihan politik berbeda, belum ada kepastian resmi yang dapat dijadikan kesimpulan.
Dengan demikian, arah politik Victor Mailangkay masih menjadi ruang yang terbuka.
Satu hal yang jelas, pengunduran dirinya telah membuka babak baru dalam konfigurasi politik Sulawesi Utara. Babak berikutnya akan ditentukan oleh keputusan Victor sendiri sekaligus respons partai-partai politik yang memiliki kepentingan terhadap dinamika pemerintahan dan politik di Bumi Nyiur Melambai.









