Kontras.id, (Boltara) – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) menepis anggapan yang beredar di tengah masyarakat bahwa pemerintah daerah mengabaikan empat calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang mewakili Boltara pada tingkat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Hal tersebut disampaikan Kepala Kesbangpol Boltara, Abdul Hais Hassan menyusul munculnya sorotan di media sosial mengenai tidak adanya seremoni pelepasan resmi sebelum keempat peserta diberangkatkan ke Manado untuk mengikuti tahapan pemusatan pendidikan dan pelatihan.
Abdul Hais menegaskan, seluruh proses pemberangkatan telah difasilitasi sesuai mekanisme yang berlaku. Menurutnya, absennya seremoni pelepasan menjelang keberangkatan tidak dapat dimaknai sebagai bentuk kurangnya perhatian pemerintah daerah terhadap para peserta.
“Kami tetap memberikan dukungan kepada peserta Paskibraka yang mewakili Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Seluruh proses pemberangkatan telah disiapkan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Abdul kepada awak media, Selasa 04/08/2026.
Ia menjelaskan, pelepasan terhadap empat calon Paskibraka tersebut sebenarnya telah dilaksanakan lebih awal, tepatnya pada 18 Mei 2026 di Ruang Kerja Bupati Bolaang Mongondow Utara.
“Pelepasan kepada mereka berempat telah kami laksanakan pada 18 Mei 2026 di ruang kerja Bupati,” jelasnya.
Abdul juga menyampaikan apresiasi kepada empat putra-putri terbaik Boltara yang berhasil lolos mewakili daerah pada ajang Paskibraka tingkat Provinsi Sulawesi Utara. Pemerintah daerah berharap mereka dapat menjaga kesehatan, menjunjung tinggi disiplin, serta memberikan penampilan terbaik demi mengharumkan nama Boltara pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sementara itu, Kepala Seksi Penanganan Konflik Kesbangpol Boltara, Saiful Djenaan, memastikan pemerintah daerah tidak berhenti pada proses pemberangkatan semata. Menurutnya, pendampingan terhadap seluruh peserta tetap dilakukan selama mereka menjalani pemusatan pendidikan dan pelatihan di Manado.
“Saya saat ini sedang mendampingi mereka berempat di Manado,” kata Saiful.
Ia menilai polemik yang berkembang di tengah masyarakat lebih disebabkan oleh kesalahpahaman informasi yang beredar di media sosial.
“Jadi sekali lagi, tidak ada yang dibiarkan oleh Pemda Boltara. Saat ini saya sedang mendampingi mereka,” tegasnya.
Sebelumnya, keberangkatan empat calon Paskibraka asal Boltara menjadi perhatian publik setelah muncul unggahan di media sosial yang mempertanyakan tidak adanya seremoni pelepasan resmi dari pemerintah daerah menjelang keberangkatan ke Manado.
Menanggapi sorotan tersebut, Kesbangpol Boltara menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memberikan dukungan kepada para peserta. Dukungan itu tidak hanya diwujudkan melalui proses pemberangkatan, tetapi juga lewat pendampingan selama mereka mengikuti seluruh rangkaian kegiatan di tingkat provinsi.










