Kontras.id, (Gorontalo) – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Gorontalo, Maryam Sofyan Puhi menegaskan pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan guna meningkatkan mutu pelayanan dasar kepada warga.
Menurutnya, seluruh kader Posyandu wajib memahami secara menyeluruh enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) agar pelayanan yang diberikan dapat berjalan tepat sasaran, cepat, dan berkualitas.
Hal tersebut disampaikan Maryam Sofyan Puhi saat menjadi narasumber pada hari kedua pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pembina Posyandu Kecamatan Limboto yang digelar di Grand Bukit Proja, Desa Pone, Rabu 15/04/2026.
Adapun enam SPM yang dimaksud mencakup sektor pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (Trantibum Linmas), hingga bidang sosial.
Maryam menilai kader Posyandu memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam pelayanan masyarakat. Karena itu, kualitas kerja dan kapasitas kader harus terus diperkuat agar manfaat kehadiran Posyandu semakin dirasakan warga.
“Melalui Bimtek ini, diharapkan pengelolaan posyandu di Kabupaten Gorontalo semakin optimal dan mampu menjawab kebutuhan pelayanan dasar masyarakat secara lebih luas,” ujar Maryam.
Selain peningkatan kapasitas kader, Maryam juga mengajak seluruh peserta mendukung pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Gorontalo pada 20 hingga 25 Juni mendatang.
Ia menekankan kesiapan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan akan menjadi faktor utama suksesnya agenda nasional tersebut.
“Kader Posyandu harus menjadi motor penggerak partisipasi masyarakat. Kunci sukses akomodasi PENAS 2026 ada pada kesiapan di tingkat desa/kelurahan,” tandas Maryam.














