Kontras.id, (Gorontalo) – Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Gorontalo mulai mematangkan rencana pengembangan kawasan eks Gelar Teknologi Pertanian Penas XVII di Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, sebagai Pusat Pembelajaran Modern Pertanian. Pemantapan tersebut dilakukan melalui peninjauan ulang lokasi pada Jumat (30/10/2026), termasuk rencana pembangunan kandang ayam petelur modern di kawasan tersebut.
Peninjauan dipimpin Sekretaris Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Gorontalo, Mommy Igirisa, bersama Pengawas Bibit Ternak, Idiamin, serta Tim Teknis Hilirisasi, Andriyanto Yusuf dan Mukhlis Lihawa.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil pertemuan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Gorontalo dengan Balai Besar Penerapan dan Pengembangan Modernisasi Pertanian (BBPRMP) Gorontalo yang berlangsung pada 16 Oktober 2026 di Fox Hotel Gorontalo.
Bersama pemilik lahan yang diwakili Hj. Susan Mantali, rombongan meninjau langsung calon lokasi pembangunan kandang ayam petelur modern.
Kawasan eks Penas XVII tersebut direncanakan mengalami perubahan fungsi menjadi Pusat Pembelajaran Modern Pertanian, sekaligus tempat praktik budidaya dan destinasi agrowisata terpadu. Pengembangannya akan memadukan empat sektor utama, yakni pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan, dengan mengedepankan nilai edukasi bagi masyarakat luas.
Dari hasil peninjauan bersama, disepakati bahwa tahapan selanjutnya adalah melakukan pembahasan lebih mendalam bersama BBPRMP Gorontalo terkait desain dan tata letak kawasan terintegrasi tersebut.
Pembahasan ini diperlukan agar penempatan kandang ayam petelur dengan konsep modern dan minimalis nantinya memenuhi seluruh persyaratan teknis budidaya yang berlaku. Dengan demikian, aspek kesehatan ternak, kualitas produksi, serta kenyamanan kawasan secara keseluruhan dapat diperhatikan.
Melalui rencana pengembangan ini, kawasan eks Penas XVII diharapkan tidak hanya menjadi tempat pembelajaran dan inovasi di bidang pertanian, tetapi juga berkembang sebagai pusat edukasi dan destinasi agrowisata baru yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi kebanggaan Provinsi Gorontalo.














