Kontras.id, (Kota Gorontalo) – Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan Koordinasi Program Pelayanan Kesehatan Dalam Rangka Peningkatan Standarisasi Layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Rumah Sakit, bertempat di Grand Q Hotel, Kota Gorontalo, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Gorontalo, dr. Anang S. Otoluwa.
Dalam sambutannya, Idah menyampaikan keprihatinan terhadap tingginya angka kematian ibu dan anak di Provinsi Gorontalo yang hingga April 2026 telah mencapai 17 kasus.
“Sangat memprihatinkan karena baru di bulan April sudah ada 17 angka kematian ibu dan anak di Provinsi Gorontalo, padahal maksimalnya itu 20 kasus per tahun. Ini memang menjadi tugas kita sebagai yang paham di bidang kesehatan khususnya kesehatan ibu dan anak,” ujar Idah.
Ia menegaskan, upaya pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi perempuan yang ada di Gorontalo.
“Organisasi perempuan itu banyak sekali di Gorontalo, nah ini bisa kita gandeng untuk menjadi pelopor sampai di tingkat desa untuk mencegah kematian ibu dan anak. Setiap ada kasus kematian ibu dan anak itu harus dibedah oleh PKK di desa tersebut,” katanya.
Menurutnya, edukasi kepada masyarakat harus terus diperluas melalui berbagai saluran informasi, baik melalui fasilitas kesehatan maupun kader di lapangan.
“Kita menghimbau kepada masyarakat lewat konten, kita titipkan di Puskesmas, kita titipkan di Posyandu. Kita harus menjemput bola, ibu-ibu hamil ini kita datangi,” lanjutnya.
Idah berharap seluruh pihak dapat memaksimalkan peran masing-masing agar angka kematian ibu dan anak di Provinsi Gorontalo tidak terus bertambah.
“Kita maksimalkan semuanya, kita usahakan angka kematian ibu dan anak di Provinsi Gorontalo tidak akan bertambah lagi,” tutupnya.











