Kontras.id, (Kota Gorontalo) – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Dr. dr. Anang S. Otoluwa, MPPM., menekankan pentingnya perencanaan kebutuhan obat yang tepat guna menjamin ketersediaan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan penguatan sistem informasi kesehatan nasional dan pengelolaan perbekalan kesehatan yang diikuti para pemangku kepentingan sektor kesehatan di daerah, di Hotel Yulia, Kota Gorontalo, Selasa (31/3/2026).
Menurut Anang, perencanaan obat harus dilakukan secara cermat dan tidak boleh ada yang terlewat, mengingat ketersediaan obat merupakan komponen vital dalam pelayanan kesehatan.
“Mudah-mudahan pertemuan seperti ini ke depan tetap bisa dilaksanakan secara berkelanjutan, karena sangat penting untuk menyamakan pemahaman di lapangan. Saya juga menerima laporan terkait pengadaan obat, khususnya adanya perbedaan kemasan yang terkadang menjadi alasan penolakan. Padahal, secara substansi obat tersebut tetap sama. Di sinilah tugas kita untuk memberikan penjelasan yang baik kepada pasien agar tidak terjadi kesalahpahaman,” ujarnya.
Ia menambahkan, setiap fasilitas kesehatan perlu memastikan perencanaan kebutuhan obat dilakukan dengan baik agar tidak terjadi kekosongan yang dapat mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
“Selain itu, dalam perencanaan kebutuhan obat, saya minta agar benar-benar diperhatikan dengan baik, jangan sampai ada yang terlewat. Ketersediaan obat harus terjamin. Termasuk untuk pengadaan TTD (Tablet Tambah Darah), itu harus tetap ada dan tidak boleh terabaikan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Anang juga menyoroti pentingnya penguatan sistem informasi kesehatan dalam mendukung pengelolaan data dan distribusi perbekalan kesehatan secara terintegrasi.
Dengan perencanaan yang matang dan didukung sistem informasi yang baik, diharapkan pelayanan kesehatan di Provinsi Gorontalo dapat berjalan lebih optimal dan merata.








