Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
AdvertorialBisnisDaerahPemerintahan

Anggur Tumbuh Subur di Sangkub, Bupati Sirajudin Terpukau

×

Anggur Tumbuh Subur di Sangkub, Bupati Sirajudin Terpukau

Sebarkan artikel ini
Sirajudin Lasena
Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena saat meninjau langsung kebun anggur di Desa Sangkub Timur, Kecamatan Sangkub pada Kamis, 26 Maret 2026,(foto Fikrianto/Kontras.id).

Kontras.id, (Boltara) – Siapa sangka tanaman anggur dapat tumbuh subur di wilayah pesisir Bolaang Mongondow Utara (Boltara). Selama ini, kondisi tanah panas, curah hujan tinggi, dan kelembapan ekstrem dianggap tidak mendukung pertumbuhan tanaman subtropis tersebut. Namun anggapan itu terpatahkan di Desa Sangkub Timur, Kecamatan Sangkub.

Di lahan yang tidak terlalu luas, puluhan tanaman anggur tumbuh rapi di dalam greenhouse sederhana. Buahnya tampak menggantung lebat dengan warna cerah, menandakan siap untuk dipanen.

Bupati Boltara, Sirajudin Lasena turun langsung meninjau lokasi. Ia bahkan ikut memanen dan mencicipi buah anggur yang dihasilkan.

“Rasanya enak, tidak kalah dengan yang di luar daerah,” ujar Sirajudin,  Kamis 26/32026.

Keberadaan kebun anggur ini tidak lepas dari keraguan banyak pihak di awal. Wilayah pesisir seperti Sangkub selama ini dinilai kurang cocok untuk budidaya tanaman seperti anggur.

Namun, seorang warga bernama Syarifudin justru melihat peluang. Ia mulai menanam anggur sejak 2024 dengan skala kecil, memanfaatkan lahan terbatas dan peralatan sederhana, namun dengan komitmen tinggi.

Greenhouse menjadi kunci utama keberhasilan. Melalui metode ini, ia mampu mengontrol kondisi lingkungan tanaman, mulai dari intensitas air hingga paparan cuaca.

Dalam satu kali panen, kebun tersebut mampu menghasilkan sekitar 150 kilogram anggur. Hasil itu bukan hanya sekali, tetapi telah dicapai dalam beberapa siklus panen.

“Masih tahap belajar. Tapi ternyata bisa,” kata Syarifudin singkat.

Budidaya anggur memang membutuhkan proses yang tidak instan. Sejak penanaman hingga panen, dibutuhkan waktu sekitar delapan bulan dengan perawatan intensif.

Pemangkasan rutin, pengaturan nutrisi, hingga pengendalian hama menjadi bagian penting yang harus dilakukan secara konsisten. Kesalahan kecil dapat berdampak besar, namun juga menjadi proses pembelajaran.

Seluruh proses di kebun ini dilakukan secara mandiri, tanpa dukungan teknologi mahal maupun tenaga besar. Ketekunan menjadi modal utama.

Bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boltara, kebun ini memiliki makna lebih dari sekadar lokasi produksi. Ini menjadi sinyal bahwa sektor pertanian daerah memiliki ruang besar untuk inovasi.

Bupati Sirajudin menilai penggunaan greenhouse dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan nilai ekonomi pertanian masyarakat.

“Kalau ini dikembangkan, dampaknya bisa besar bagi masyarakat,” kata Sirajudin.

Ia juga menekankan bahwa langkah inovatif seperti ini dapat menjadi contoh bagi desa lain. Pengembangan tidak harus dimulai dari skala besar, tetapi bisa bertahap dan berkelanjutan.

Kebun anggur di Sangkub Timur memang masih dalam tahap pengembangan dan belum sepenuhnya sempurna. Namun, keberadaannya telah membuktikan bahwa hal yang sebelumnya dianggap mustahil kini bisa menjadi kenyataan.

Di tengah keterbatasan, inovasi tetap mampu tumbuh. Dari sana, harapan ikut berkembang bahwa suatu saat Boltara tidak hanya dikenal dengan komoditas lama, tetapi juga dengan keberanian menghadirkan hal baru.

Di bawah naungan greenhouse sederhana, masa depan pertanian daerah mulai menemukan arah yang menjanjikan.

Share:  
Example 120x600