Kontras.id, (Boltara) – Di tengah derasnya arus informasi yang terus mengalir tanpa batas, Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev., mengambil posisi terdepan dengan menguatkan literasi sebagai fondasi masa depan.
Hal ini ia tunjukkan saat membuka Kampanye Literasi dalam rangka World Book Day 2026 di SMA Negeri 1 Bintauna, Kamis 23/04/2024.
Dalam suasana penuh antusiasme, Sirajudin menegaskan bahwa literasi tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial tahunan semata. Ia menekankan bahwa literasi merupakan langkah nyata dan strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini gerakan. Ini investasi jangka panjang,” tegas Sirajudin.
Ia menjelaskan bahwa kekuatan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, tetapi juga oleh kualitas manusianya. Di sinilah literasi berperan penting sebagai penentu arah pembangunan.
Sirajudin juga menyinggung pola investasi saat ini. Menurutnya, cara pandang lama yang hanya bertumpu pada kekayaan alam sudah tidak lagi relevan.
“Investor hari ini tidak hanya melihat apa yang ada di dalam tanah, tapi siapa yang hidup di atasnya,” ujar Sirajudin.
Ia menambahkan, daerah dengan masyarakat yang memiliki tingkat literasi tinggi akan lebih siap menerima investasi, cepat beradaptasi, serta mampu menciptakan daya saing yang kuat.
Sirajudin menegaskan bahwa masa depan Boltara tidak cukup hanya bergantung pada potensi alam, tetapi harus dibangun melalui kecerdasan kolektif masyarakatnya.
Sirajudin juga menekankan bahwa pembangunan literasi tidak bisa dijalankan sendiri oleh pemerintah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut ambil bagian secara aktif. Mulai dari dunia pendidikan, komunitas literasi, hingga masyarakat luas, semuanya memiliki peran penting dalam menyukseskan gerakan ini.
“Literasi harus menjadi gerakan bersama. Kalau ini hanya dibebankan pada pemerintah, maka hasilnya tidak akan maksimal,” kata Sirajudin.
Mengusung tema “Menjahit Harapan, Merajut Masa Depan”, kegiatan ini menjadi simbol optimisme baru bagi generasi muda Boltara. Harapan untuk tumbuh sebagai generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kritis, bijak, dan tangguh menghadapi tantangan zaman.
Sirajudin mengajak seluruh peserta untuk menjadikan literasi sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
“Siapkan generasi yang bukan hanya pintar, tapi juga bijaksana dalam menyikapi informasi,” tandas Sirajudin.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Umum Putra Putri Literasi Sulawesi Utara sekaligus Ketua Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Sulut, Standius Bara Prima, Staf Khusus Gubernur Bidang Kepemudaan H. Farist Soeharyo, serta Staf Khusus Gubernur Bidang Informasi dan Teknologi Januardo Binilang.
Hadir pula Sekretaris Umum PPLSU sekaligus Duta Baca Sulut Faradilla Bachmid, Putri Bitung 2022 Syelly Kezia Toar, jajaran pemerintah daerah, akademisi, tenaga pendidik, komunitas literasi, serta para siswa-siswi sebagai generasi penerus masa depan Boltara.
Buka World Book Day, Bupati Boltara Gaungkan Pentingnya Literasi Kuatkan SDM
Redaksi3 min baca
Share:











