Example floating
Example floating
AdvertorialDaerahPendidikan

Van Sweet Pulubuhu Gagas FGD Budaya, Dorong Pelestarian Tradisi Lewat Film dan Visual

×

Van Sweet Pulubuhu Gagas FGD Budaya, Dorong Pelestarian Tradisi Lewat Film dan Visual

Sebarkan artikel ini
Kebudayaan Gorontalo
FGD bertajuk Bayang-bayang Budaya: Menyusuri Jejak Tradisi Lewat Lensa digelar di Azlea Convention Centre, Kota Gorontalo, Minggu (20/4/2026). (Foto: Abdul Gafur Ahmad/Sweet Media)

Kontras.id, (Gorontalo) – Forum Group Discussion (FGD) bertajuk ‘Bayang-bayang budaya: Menyusuri jejak tradisi lewat lensa‘ digelar di Azlea Convention Centre, Kota Gorontalo, Minggu (20/4/2026). Kegiatan ini menjadi ruang diskusi bersama dalam upaya menelusuri, merawat, dan mengangkat kembali nilai-nilai tradisi melalui medium visual dan perfilman.

FGD tersebut dihadiri sekitar 70 peserta yang terdiri dari pegiat budaya, komunitas seni teater, PH Dwisetyo Produksi, media massa, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo, serta Kantor Pelestarian Kebudayaan Gorontalo.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo, Husain Ali. Hadir sebagai narasumber yakni Alan Ferdinand Ambo dari Kantor Pelestarian Kebudayaan Gorontalo, Cristine Utina selaku Founder Soba Gorontalo, serta Mohamad Latief dari pemerintah desa.

Dalam sambutannya, Van Sweet Pulubuhu selaku penerima program Indonesiana sekaligus penyelenggara kegiatan menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan Kementerian Kebudayaan RI melalui program Indonesiana.

“Alhamdulillah saya diberikan kepercayaan oleh Kementerian Kebudayaan RI melalui program Indonesiana. Ini berkat dukungan teman-teman di tim saya, dan tak lupa juga peran penting dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang telah memberikan rekomendasi kepada saya sehingga saya bisa mendapatkan program Indonesiana yakni pembuatan film yang mengangkat tentang kebudayaan,” ujarnya.

“Dan hari ini kami mengangkat tentang kearifan lokal yang selama ini mulai punah. Dan Insya Allah dimulai dari sini, ke depan Gorontalo bisa menampilkan film-film budaya yang bisa tembus ke kancah nasional,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo, Husin Ali, memberikan apresiasi atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Apresiasi setinggi-tingginya dari kami kepada ibu Van Sweet Pulubuhu yang telah menggagas kegiatan ini. Ini adalah kesempatan yang berharga, soal kebudayaan ini bicara soal kita semua,” kata Husin saat membuka kegiatan.

Diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta aktif menyampaikan pandangan, pengalaman, serta gagasan mengenai pelestarian budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Melalui forum ini, diharapkan lahir kolaborasi nyata antara komunitas, pemerintah, pelaku seni, dan media dalam menjaga identitas budaya Gorontalo sekaligus memperkenalkannya lebih luas melalui karya-karya kreatif dan film budaya

Share:  
Example 120x600