Kontras.id (Gorontalo) – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi Partai Golkar, Moh. Abd. Ghalieb Lahidjun mengusulkan agar dalam setiap kerja-kerja Pansus (Panitia Khusus) baik itu Pansus Sawit maupun Pansus Pertambangan agar melibatkan pihak eksternal seperti mahasiswa.
Hal ini disampaikannya saat menerima aksi demonstrasi dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Koordinasi (Badko) Sulawesi Utara dan Gorontalo, di gedung DPRD Provinsi Gorontalo, Senin (05/05/2025).
“Berkaitan dengan kritik publik soal kinerja DPRD, terutama beberapa Pansus antara lain Pansus Pertambangan dan Pansus Sawit, saya secara pribadi sebagai anggota Pansus maupun sebagai Anggota DPRD, saya Insya Allah atas masukan teman-teman, mudah-mudahan semua yang hadir pada hari ini akan memberikan masukan dan rekomendasi kepada Pansus agar setiap pembahasan-pembahasan yang dianggap strategis, agar supaya terwujud transparansi kita perlu melibatkan pihak eksternal termasuk teman-teman Badko HMI untuk bisa hadir memantau jalannya proses pelaksanaan Pansus Pertambangan maupun Pansus Sawit atau Pansus-pansus lainnya yang dianggap penting,” ungkap Ghalieb.
Menghadirkan pihak luar seperti mahasiswa di dalam setiap kegiatan Pansus kata Ghalieb, sangat penting utamanya ketika ada pembahasan-pembahasan strategis di dalam Pansus yang menghadirkan kelompok-kelompok eksternal.
“Ini kira-kira beberapa masukan yang akan menjadi catatan sehingga proses pengawalan ini tidak terjadi dalam beberapa bulan, tetapi setiap ada pembahasan jika dianggap perlu dan punya kesempatan hadir teman-teman akan bisa hadir di dalam setiap pembahasan Pansus terutama ketika menghadirkan kelompok-kelompok luar. Walaupun memang di dalam tata tertib DPRD pada saat pengambilan keputusan tentu yang memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan adalah Anggota Pansus yang tidak lain adalah Anggota DPRD,” pungkasnya.













