Example floating
Example floating
DaerahPeristiwa

Tim SAR Gorontalo Berhasil Temukan Jasad Nelayan Hilang Saat Melaut

×

Tim SAR Gorontalo Berhasil Temukan Jasad Nelayan Hilang Saat Melaut

Sebarkan artikel ini
Nelayan di Gorontalo
Foto : Jasad korban, Ardan Manopo (49), nelayan asal Desa Dulukapa, Kecamatan Sumalata Timur, Kabupaten Gorout, saat dievakuasi oleh Tim SAR gabungan, Rabu (14/04/2021),(foto Agus/Kontras.id).

Kontras.id, (Gorontalo) – Tim SAR Gorontalo akhirnya menemukan jasad Ardan Manopo (49), nelayan asal Desa Dulukapa, Kecamatan Sumalata Timur, Kabupaten Gorontalo Utara, Rabu, 14/04/2021.

Jasad korban ditemukan di Pantai Koluwoka, Kecamatan Sumalata Timur dalam keadaan tidak bernyawa dan sudah membekak.

Example 300x600

Baca Juga : Tim SAR Gorontalo Libatkan Warga Pada Pecarian Nelayan Hilang Saat Melaut

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Gorontalo Utara, Resky Hasan menjelaskan, pencarian di hari ketiga Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad korban pada pukul 07.05 WITA.

“Pencarian hari ke 3 ini kam membagi menjadi 4 Tim, masing-masing tim kami bekali dengan alat komunikasi dan alat evakuasi. Saat bergerak melakukan pencarian, pukul 07:05 WITA kami menerima informasi dari tim, bahwa jasad korban telah ditemukan,” jelas Resky.

“Pencariannya kurang lebih 1 Jam. Korban ditemukan di Pantai Koluwoka, Desa Koluwoka dengan kondisi sudah tidak bernyawa dan tubuh mulai membengkak,” sambung Resky.

Baca Juga : Cuaca Buruk Hambat Pencarian Seorang Nelayan di Gorontalo Hilang Saat Melaut

Resky mangungkapkan, pihak keluarga menolak dilakukan otopsi dan memilih langsung memakamkan jasad korban.

“Setelah dievakuasi, korban langsung kami serahkan kepihak keluarga untuk makamankan,” tutur Resky.

Basarnas menghimbau, seluruh nelayan di Gorut unutk memperhatikan cuaca sebelum melaut. Pasalnya kata Resky, cuaca saat ini kurang bersahabat (cuaca buruk).

Baca Juga : Tak Kunjung Pulang Melaut, Seorang Nelayan di Gorontalo Diduga Terseret Ombak

“Cuaca saat ini buruk, angin barat sering menghantam. Kiranya pada saat melaut agar membawa alat sefti dan memperhatikan cuaca. Jika tidak memungkinkan, alangkah baiknya jangan pergi melaut,” tandas Resky.

Penulis : M. Agus Lamatenggo
Editor : Anas Bau
Example 120x600